MOJOKERTO, LenterqInspiratif.id— Harga sejumlah kebutuhan pokok di Jawa Timur kembali bergerak pada Senin (7/9/2026). Perubahan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai, minyak goreng, ikan segar, serta sejumlah bahan bangunan.
Berdasarkan pantauan data harga rata-rata Provinsi Jawa Timur di tingkat konsumen per 7 September 2026 pukul 10.24 WIB, harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp63.598 per kilogram. Angka tersebut naik Rp1.470 atau 2,37 persen dibandingkan harga sebelumnya Rp62.128 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada cabai merah keriting. Harganya kini berada di level Rp31.725 per kilogram, naik Rp1.011 atau 3,29 persen. Sementara cabai merah besar justru turun Rp398 atau 1,58 persen menjadi Rp24.782 per kilogram.
Pergerakan harga juga terlihat pada kelompok minyak goreng. Minyak goreng curah naik Rp125 menjadi Rp20.539 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan premium naik Rp83 menjadi Rp21.963 per liter.
Untuk minyak goreng kemasan sederhana, harga tercatat Rp18.991 per liter, naik Rp147 atau 0,78 persen. Berbeda dengan tiga jenis tersebut, harga Minyakita turun Rp67 atau 0,42 persen menjadi Rp16.087 per liter.
Harga Daging Cenderung Turun
Di kelompok daging, harga rata-rata justru menunjukkan penurunan. Daging sapi paha belakang turun Rp143 menjadi Rp130.500 per kilogram.
Daging ayam ras berada di angka Rp38.674 per kilogram, turun Rp297 atau 0,76 persen. Penurunan lebih besar terjadi pada ayam kampung yang turun Rp1.001 atau 1,43 persen menjadi Rp68.865 per ekor.
Sementara harga telur bergerak naik. Telur ayam ras naik Rp61 menjadi Rp24.300 per kilogram, sedangkan telur ayam kampung naik Rp80 menjadi Rp46.032 per kilogram.
Beras Relatif Stabil
Harga beras tidak mengalami perubahan besar. Beras premium naik tipis Rp15 menjadi Rp15.126 per kilogram. Sebaliknya, beras medium turun Rp3 menjadi Rp13.013 per kilogram.
Harga gula kristal putih tercatat Rp17.196 per kilogram, naik Rp18 atau 0,11 persen.
Komoditas kedelai juga mengalami kenaikan. Kedelai impor naik Rp95 menjadi Rp12.706 per kilogram, sedangkan kedelai lokal naik Rp41 menjadi Rp13.187 per kilogram.
Cabai dan Sayuran Jadi Perhatian
Selain cabai, sejumlah sayuran juga mengalami kenaikan. Harga kol/kubis naik Rp195 atau 2,53 persen menjadi Rp7.919 per kilogram. Tomat merah naik Rp167 atau 2,59 persen menjadi Rp6.620 per kilogram.
Buncis juga naik menjadi Rp14.745 per kilogram, sedangkan kentang turun menjadi Rp15.656 per kilogram dan wortel turun menjadi Rp14.631 per kilogram.
Pada kelompok bawang, harga bawang merah naik Rp82 menjadi Rp26.903 per kilogram. Bawang putih juga naik Rp132 menjadi Rp29.709 per kilogram.
Ikan Segar Ikut Bergerak
Harga ikan segar menunjukkan pergerakan beragam. Ikan bandeng naik Rp359 menjadi Rp35.208 per kilogram, sedangkan ikan tongkol naik Rp575 menjadi Rp35.689 per kilogram.
Ikan cakalang juga naik Rp81 menjadi Rp36.021 per kilogram. Sebaliknya, ikan kembung turun tipis Rp11 menjadi Rp36.130 per kilogram, sementara ikan tuna turun Rp199 menjadi Rp40.784 per kilogram.
Harga Bahan Bangunan
Perubahan harga juga terjadi pada sejumlah material bangunan. Besi beton 6 mm naik Rp381 menjadi Rp31.094 per batang, sementara besi beton 8 mm naik Rp557 menjadi Rp49.125 per batang.
Besi beton 10 mm tercatat Rp71.072 per batang, naik Rp225. Besi beton 12 mm juga naik tipis Rp38 menjadi Rp100.490 per batang.
Untuk semen, Semen Gresik berada di angka Rp57.058 per sak 40 kilogram, naik Rp170. Semen Padang naik menjadi Rp49.202, sedangkan Semen Dynamix mencapai Rp50.236 per sak, naik Rp518 atau 1,04 persen.
Harga Pupuk Bervariasi
Di sektor pupuk, harga bergerak tidak seragam. Pupuk KCL non-subsidi turun Rp212 menjadi Rp10.416 per kilogram. Sebaliknya, pupuk NPK non-subsidi naik Rp96 menjadi Rp13.645 per kilogram.
Pupuk SP 35 berada di angka Rp7.877 per kilogram, naik Rp76. Pupuk Urea turun tipis menjadi Rp8.452, sementara pupuk ZA naik Rp61 menjadi Rp6.542 per kilogram.
Data tersebut menunjukkan harga kebutuhan masyarakat di Jawa Timur masih bergerak cukup dinamis. Kenaikan paling menonjol pada komoditas pangan terjadi pada cabai rawit merah, sedangkan pada kelompok bahan bangunan kenaikan terlihat pada sejumlah jenis besi beton dan paku.
Sumber: Pantauan data harga rata-rata Provinsi Jawa Timur di tingkat konsumen, Senin 7 September 2026 pukul 10.24 WIB.













