MOJOKERTO, LenteraInspiratif.id – Pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh level Rp17.821 per dolar AS pada Jumat (29/5/2026) mulai menimbulkan dampak nyata bagi pelaku usaha di daerah. Kenaikan harga bahan baku impor hingga melonjaknya biaya administrasi marketplace membuat biaya operasional usaha semakin membengkak.
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh M Yunus, owner JDM Project Mojokerto, yang bergerak di bidang percetakan dan toko online. Menurutnya, dampak paling terasa berasal dari kenaikan harga bahan baku berbahan plastik yang digunakan untuk proses finishing dan pengemasan produk.
“Bisnis percetakan dan toko online tentunya sangat terdampak, khususnya dalam segi finishing dan packing karena membutuhkan bahan plastik,” kata Yunus.
Ia menyebut harga plastik bening yang biasa digunakan untuk kebutuhan kemasan mengalami lonjakan hampir 100 persen dalam beberapa waktu terakhir. Sementara harga solasi yang sebelumnya berada di kisaran Rp320 ribu kini melonjak menjadi sekitar Rp550 ribu.
“Selain plastik, bahan lainnya juga naik sekitar 20 sampai 40 persen. Tapi yang paling terasa memang plastik,” ujarnya.
Meski biaya produksi terus meningkat, pihaknya belum mengambil langkah menaikkan harga jual produk. Strategi tersebut dilakukan untuk menjaga daya beli pelanggan di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
“Kami belum menaikkan harga agar customer tidak kaget. Untuk sementara kami menyiasati dengan mengenakan biaya tambahan kantong plastik pada pembelian offline,” jelasnya.
Di tengah tekanan biaya produksi, Yunus bersyukur permintaan pasar masih relatif stabil. Produk yang dipasarkan JDM tergolong kebutuhan konsumabel sehingga belum mengalami penurunan pelanggan secara signifikan.
“Alhamdulillah karena produk kami konsumabel, jadi belum ada penurunan dari segi konsumen. Tapi biaya operasional yang kami tanggung memang semakin tinggi,” katanya.
Tak hanya dihantam kenaikan harga bahan baku, pelaku usaha online juga harus menghadapi kenaikan biaya administrasi marketplace. Menurut Yunus, kebijakan baru yang diterapkan platform e-commerce dalam dua bulan terakhir membuat beban usaha semakin berat.
“Biaya admin toko online sangat terasa. Bahkan kenaikannya sampai tiga kali dalam dua bulan terakhir,” ungkapnya.
Ia berharap ketegangan geopolitik global yang memicu gejolak harga energi dan nilai tukar segera mereda. Dengan demikian harga minyak dunia dan bahan baku plastik dapat kembali stabil.
“Harapannya perang segera berakhir sehingga harga minyak turun dan harga biji plastik ikut turun. Kami juga berharap biaya admin marketplace tidak naik lagi, kalau bisa diturunkan agar pelaku usaha lebih terbantu,” harapnya.
Sebagai informasi, JDM berdiri sejak 2020 dengan nama awal Jasa Desain Mojokerto yang fokus pada layanan desain online. Seiring waktu usaha itu berkembang menjadi percetakan dengan nama Jawa Dwipa Muda (JDM) Project.
Saat ini JDM Project memiliki 11 karyawan serta melayani jasa percetakan dan penjualan melalui berbagai platform digital.











