BeritaJawa Timur

40 Mahasiswa Universitas Uluwiyah Mojokerto Terima KIP Kuliah, Guntur Sasono Janji Perjuangkan Tambahan Kuota

×

40 Mahasiswa Universitas Uluwiyah Mojokerto Terima KIP Kuliah, Guntur Sasono Janji Perjuangkan Tambahan Kuota

Sebarkan artikel ini

Lenterainspiratif.id | Mojokerto – Sebanyak 40 mahasiswa baru Universitas Uluwiyah Mojokerto menerima manfaat Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Bantuan tersebut diserahkan dalam rangkaian penyambutan mahasiswa baru yang turut dihadiri Anggota DPR/MPR RI Komisi VIII, Drs. H. Guntur Sasono, M.Si.

 

Dari total 160 mahasiswa baru yang tercatat pada tahun ini, baru 40 mahasiswa yang memperoleh kuota KIP Kuliah. Kondisi tersebut menjadi perhatian Guntur yang menyatakan akan terus memperjuangkan tambahan kuota bagi mahasiswa yang belum mendapatkan bantuan.

 

Kegiatan berlangsung di lingkungan Universitas Uluwiyah Mojokerto dengan dihadiri jajaran pimpinan kampus, Ketua Yayasan Zainul, para dosen serta civitas akademika. Sebanyak 160 mahasiswa baru juga mengikuti kegiatan tersebut.

 

Wakil Rektor III yang sekaligus Ketua Panitia menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah membantu terealisasinya program KIP Kuliah bagi mahasiswa Universitas Uluwiyah.

 

Menurut pihak kampus, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban mahasiswa penerima sekaligus membantu mereka menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.

 

Guntur Soroti Keterbatasan Kuota

 

Dalam orasinya, Guntur Sasono menyampaikan bahwa KIP Kuliah memiliki peran penting dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

 

Ia menyebut kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi pada desil 1 hingga 4 menjadi bagian yang perlu mendapatkan perhatian dalam program bantuan pendidikan tersebut.

 

Guntur mengaku memiliki perasaan campur aduk saat melihat penyerahan beasiswa kepada 40 mahasiswa. Sebab, dari 160 mahasiswa baru, masih terdapat 120 mahasiswa yang belum memperoleh kuota bantuan tersebut.

 

“Jumlah mahasiswa baru ada 160 orang, dan saya baru bisa membantu 40 orang. Kalian tepuk tangan, tetapi di dalam hati saya menangis, kenapa belum bisa semuanya. Ini menjadi dorongan bagi saya untuk terus berjuang di Jakarta agar nantinya makin banyak mahasiswa yang mendapatkan hak dan perlakuan yang sama,” ujar Guntur di hadapan mahasiswa.

 

Ia mengatakan upaya memperjuangkan tambahan kuota akan terus dilakukan agar semakin banyak mahasiswa yang memenuhi kriteria dapat memperoleh dukungan pendidikan.

 

Selain menyampaikan motivasi, kedatangan Guntur juga disebut berkaitan dengan fungsi pengawasan DPR RI. Ia ingin memastikan program bantuan pemerintah tersebut disalurkan melalui proses yang sesuai dan tepat sasaran.

 

Mahasiswa Diminta Ceritakan Proses Seleksi

 

Untuk melihat secara langsung proses penerimaan KIP Kuliah, Guntur mengajak dua mahasiswa penerima beasiswa berdialog di hadapan peserta kegiatan.

 

Salah satunya adalah Raihan Ari Sandi, mahasiswa asal Mojokerto. Ia menceritakan kondisi keluarganya, dengan ayah yang bekerja sebagai buruh harian.

 

Raihan mengatakan informasi mengenai KIP Kuliah diperolehnya dari guru madrasah aliyah. Setelah itu, ia mengurus sejumlah dokumen yang diperlukan, termasuk surat bantuan dari desa.

 

Tahapan berikutnya dilalui melalui proses seleksi dan wawancara di Universitas Uluwiyah. Ia menyampaikan seluruh proses yang dijalani tidak dipungut biaya.

 

Mahasiswi lainnya, Naro Nabila asal Sidoarjo, juga menyampaikan pengalamannya. Ia mengetahui informasi mengenai beasiswa tersebut dari seorang alumni di lingkungan tempat tinggalnya.

 

Dalam dialog tersebut, Naro menyebut proses pendaftaran dan seleksi berjalan lancar. Ia juga menyampaikan bahwa tahapan tes masuk yang dijalaninya berlangsung tanpa praktik kecurangan.

 

Dialog tersebut menjadi bagian dari upaya untuk mengetahui secara langsung pengalaman mahasiswa dalam mengikuti proses seleksi penerima KIP Kuliah.

 

Bagikan Kisah Perjuangan kepada Mahasiswa

 

Tidak hanya berbicara mengenai beasiswa, Guntur juga membagikan perjalanan hidupnya kepada mahasiswa baru sebagai bahan motivasi.

 

Purnawirawan TNI berpangkat Kolonel tersebut menceritakan masa mudanya yang penuh keterbatasan. Menurutnya, kondisi ekonomi tidak seharusnya menjadi alasan seseorang berhenti mengejar pendidikan dan cita-cita.

 

Ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah memilih masuk AKABRI sebagai salah satu jalan untuk memperoleh kesempatan pendidikan di tengah keterbatasan yang dihadapi saat itu.

 

Kepada mahasiswa penerima KIP maupun mereka yang belum mendapatkan bantuan, Guntur meminta agar tetap percaya pada kemampuan diri dan memanfaatkan setiap kesempatan yang tersedia.

 

“Jangan pernah berkecil hati. Kadang-kadang kita harus berani memotivasi diri, tidak selalu terpaku pada cita-cita awal, tetapi mengambil kesempatan yang memungkinkan dan memperjuangkannya dengan sungguh-sungguh. Insyaallah akan membawa keberkahan,” tutur Guntur.

 

Ia berharap para mahasiswa dapat menggunakan kesempatan menempuh pendidikan tinggi dengan sebaik-baiknya dan terus meningkatkan kemampuan untuk mempersiapkan masa depan.

 

Pewarta: Samsudin Alv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id