BeritaJawa Timur

Sumur Mengering, BPBD Jombang Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih ke Jipurapah

×

Sumur Mengering, BPBD Jombang Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih ke Jipurapah

Sebarkan artikel ini

JOMBANG, LenteraInspiratif.id — Krisis air bersih melanda Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, setelah sejumlah sumur warga mengering akibat musim kemarau. Menanggapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang menyalurkan 20.000 liter air bersih untuk warga di Dusun Brangkal dan Dusun Jipurapah, Sabtu (24/10/2026).

 

Bantuan tersebut disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang kesulitan mendapatkan pasokan air dari sumber di sekitar permukiman. Distribusi air dilakukan secara berkala, dengan jadwal penyaluran setiap dua hari sekali.

 

Warga Terpaksa Menggali Dasar Sungai

 

Kondisi kekurangan air bersih di Dusun Brangkal telah dirasakan warga sejak Agustus 2026. Memasuki akhir Oktober, keadaan semakin sulit karena sumur warga dan sungai di sekitar permukiman mulai mengering.

 

Sebelum bantuan tangki air datang, warga harus berjalan sekitar 200 hingga 300 meter menuju sungai. Mereka menggali lubang kecil di dasar sungai untuk mendapatkan sisa air yang digunakan untuk mandi dan mencuci.

 

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, sebagian warga memilih membeli air isi ulang.

 

“Sekarang sumur sudah tidak bisa keluar airnya. Sungai di sebelah barat juga mengering,” tutur Suko (57), warga Dusun Brangkal.

 

Ia berharap bantuan air bersih dapat terus diberikan hingga musim hujan tiba dan sumber air kembali tersedia.

 

Air Pamsimas Disebut Asin

 

Kepala Dusun Brangkal, Suwoto, menyebut wilayah yang mengalami dampak paling parah berada di RT 1, disusul RT 2 dan RT 4. Menurutnya, warga sebelumnya masih dapat mengandalkan sumur bor mandiri, tetapi pasokan air tanah kini semakin berkurang.

 

Kesulitan tersebut juga diperparah oleh kondisi fasilitas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang dibangun sekitar satu tahun lalu.

 

“Sejak dibangun, air dari Pamsimas itu memang rasanya asin, jadi tidak layak digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap Suwoto.

 

Kondisi tersebut membuat warga masih membutuhkan sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

BPBD Salurkan 20.000 Liter Air Bersih

 

Supervisor BPBD Jombang, Stevy Maria yang akrab disapa Pepy, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan secara berkala setiap dua hari sekali. Masing-masing dusun menerima dua tangki air dengan kapasitas 5.000 liter per tangki.

 

Dengan skema tersebut, setiap dusun memperoleh 10.000 liter air dalam satu kali penyaluran. Total bantuan untuk Dusun Brangkal dan Dusun Jipurapah mencapai 20.000 liter.

 

Berdasarkan data yang disampaikan, krisis air bersih di Desa Jipurapah berdampak pada ratusan keluarga dan sejumlah fasilitas pendidikan.

 

Di Dusun Jipurapah, sebanyak 200 kepala keluarga atau 540 jiwa terdampak. Sementara di Dusun Brangkal, jumlah warga terdampak mencapai 200 kepala keluarga atau 600 jiwa.

 

Dampak kekurangan air bersih juga dirasakan di lingkungan pendidikan, yakni SDN Jipurapah 1 dengan 94 siswa dan SMPN 3 Plandaan dengan 53 siswa.

 

Tiga Desa di Jombang Dilaporkan Mengalami Krisis Air

 

Dengan masuknya Desa Jipurapah dalam daftar wilayah terdampak, krisis air bersih di Kabupaten Jombang dilaporkan terjadi di tiga desa. Sebelumnya, kondisi serupa juga dilaporkan di Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno, dan Desa Kebondalem, Kecamatan Bareng.

 

Penyaluran bantuan air bersih diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama sumber air belum pulih. Masyarakat terdampak masih membutuhkan dukungan agar kebutuhan air untuk rumah tangga dan aktivitas sehari-hari tetap terpenuhi.

 

Pewarta: samsudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id