MOJOKERTO, LenteraInspirattif.id — Gelombang pengajuan pengembalian dana dari calon jemaah umrah (CJU) PT Annisa Ahmada belum berhenti. Hingga 8 Oktober 2026, sebanyak 1.325 CJU tercatat telah mengajukan refund dengan total nilai mencapai Rp28.521.676.165.
Para jemaah tersebut datang dari sejumlah daerah di Indonesia. Mereka mengurus pengembalian dana sekaligus mengambil paspor yang masih berada di pihak kuasa hukum PT Annisa Ahmada di Mojokerto.
Kuasa Hukum PT Annisa Ahmada, Rif’an Hanum, mengatakan jumlah pengajuan tersebut terus bertambah sejak layanan refund dibuka pada pertengahan September lalu.
Pengajuan paling banyak berasal dari Jawa Timur dengan 922 CJU. Kemudian Jawa Tengah sebanyak 155 orang dan Lampung 113 orang.
“Total refund yang diajukan 1.325 jemaah itu Rp28.521.676.165. Sebagian besar sudah lunas, rata-rata membayar Rp25,9 juta per jemaah,” kata Hanum kepada detikJatim, Kamis (8/10/2026).
Besarnya jumlah pengajuan refund tersebut, menurut Hanum, juga menunjukkan angka CJU yang meminta pengembalian dana telah melampaui jumlah 1.138 jemaah yang sebelumnya disebut belum diberangkatkan oleh Direktur Utama PT Annisa Ahmada, Erny Khoirun Nisa.
“Menurut Nisa jumlah jemaah yang belum diberangkatkan 1.138 orang, ternyata di sini 1.325 orang,” ujarnya.
Pengajuan Refund Masih Berlangsung
Meski sebelumnya layanan refund sempat direncanakan berhenti pada 26 September 2026, kantor kuasa hukum masih menerima CJU yang datang untuk mengajukan pengembalian dana.
Hanum mengatakan keputusan tersebut diambil karena masih ada jemaah yang datang dan sejumlah paspor CJU masih berada di kantor Firma Hukum Rif’an Hanum & Nawacita, Dusun Losari, Desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.
“Masih jalan terus, entah sampai dua minggu lagi atau bagaimana. Soalnya paspor para jemaah di sini masih ada sekitar 120-125,” katanya.
Menurut Hanum, pihaknya tidak ingin menutup layanan ketika masih ada CJU yang membutuhkan bantuan untuk mengurus dokumen dan refund.
“Kalau saya tutup, rasa kemanusiaan saya dipertanyakan. Karena setiap hari masih ada jemaah yang datang, kepada siapa lagi mereka harus meminta tolong,” ungkapnya.













