LenteraInspiratif.id | Jawa Timur – Harga sejumlah bahan pokok di Jawa Timur pada Sabtu (17/10/2026) terpantau bergerak tipis berdasarkan data rata-rata harga tingkat konsumen. Salah satu komoditas yang mengalami penurunan adalah cabai rawit merah, dari Rp60.043 menjadi Rp59.494 per kilogram.
Data harga rata-rata Provinsi Jawa Timur di tingkat konsumen yang diperbarui pukul 11.26 WIB menunjukkan perubahan harga terjadi pada berbagai komoditas. Pergerakan tersebut mencakup beras, minyak goreng, daging, telur, cabai, bawang, hingga sayuran.
Pada kelompok beras, harga beras premium turun tipis dari Rp15.096 menjadi Rp15.095 per kilogram. Sementara itu, beras medium turun dari Rp13.013 menjadi Rp13.009 per kilogram.
Harga gula kristal putih justru naik dari Rp17.422 menjadi Rp17.427 per kilogram. Kenaikan tersebut relatif kecil dibandingkan harga sehari sebelumnya.
Di kelompok minyak goreng, harga minyak goreng curah turun dari Rp20.493 menjadi Rp20.479 per kilogram. Minyak goreng kemasan premium naik dari Rp22.021 menjadi Rp22.049 per liter, sedangkan kemasan sederhana turun dari Rp18.795 menjadi Rp18.789 per liter.
Harga Minyakita juga mengalami penurunan dari Rp15.940 menjadi Rp15.885 per liter. Perubahan ini menunjukkan pergerakan harga minyak goreng yang bervariasi berdasarkan jenisnya.
Harga Cabai Rawit dan Bawang
Harga cabai rawit merah turun Rp548 per kilogram, dari Rp60.043 menjadi Rp59.494. Cabai merah keriting juga turun dari Rp52.011 menjadi Rp51.847 per kilogram.
Penurunan turut terjadi pada cabai merah besar. Harganya bergerak dari Rp43.564 menjadi Rp43.384 per kilogram.
Sementara itu, harga bawang merah naik tipis dari Rp27.226 menjadi Rp27.228 per kilogram. Bawang putih jenis Sinco/Honan juga mengalami kenaikan dari Rp28.789 menjadi Rp28.851 per kilogram.
Perubahan harga pada kelompok cabai dan bawang tersebut relatif kecil dibandingkan harga sebelumnya. Meski demikian, kedua kelompok komoditas ini tetap menjadi perhatian dalam pemantauan harga kebutuhan dapur.
Harga Daging dan Telur Beragam
Pada komoditas daging, harga daging sapi paha belakang turun dari Rp133.612 menjadi Rp133.575 per kilogram. Daging ayam ras juga turun dari Rp38.010 menjadi Rp37.918 per kilogram.
Berbeda dengan keduanya, harga daging ayam kampung naik dari Rp70.124 menjadi Rp70.271 per ekor. Kenaikannya tercatat sebesar Rp146 dibandingkan harga sebelumnya.
Harga telur ayam ras naik dari Rp24.262 menjadi Rp24.290 per kilogram. Sebaliknya, telur ayam kampung turun dari Rp45.713 menjadi Rp45.648 per kilogram.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa harga protein hewani tidak bergerak seragam. Sebagian komoditas mengalami penurunan, sementara yang lain mencatat kenaikan tipis.
Harga Sayuran dan Kebutuhan Lainnya
Di kelompok sayuran, harga kentang turun dari Rp15.233 menjadi Rp15.204 per kilogram. Sebaliknya, harga kol atau kubis naik dari Rp8.832 menjadi Rp8.870 per kilogram.
Harga tomat merah meningkat dari Rp8.162 menjadi Rp8.190 per kilogram. Wortel juga naik dari Rp14.096 menjadi Rp14.162 per kilogram, sedangkan buncis mengalami kenaikan dari Rp14.403 menjadi Rp14.652 per kilogram.
Untuk komoditas pangan lainnya, harga jagung pipilan kering naik dari Rp7.925 menjadi Rp7.973 per kilogram. Harga ketela pohon turut meningkat dari Rp5.096 menjadi Rp5.152 per kilogram.
Sementara itu, harga kacang hijau turun dari Rp27.101 menjadi Rp27.064 per kilogram. Harga kacang tanah relatif stabil, dengan kenaikan dari Rp39.446 menjadi Rp39.454 per kilogram.
Pada kelompok ikan segar, harga ikan bandeng naik dari Rp35.495 menjadi Rp35.545 per kilogram. Sebaliknya, ikan kembung turun dari Rp36.397 menjadi Rp36.379 per kilogram, sedangkan ikan tongkol turun dari Rp35.290 menjadi Rp35.256 per kilogram.
Harga gas elpiji 3 kilogram tercatat turun tipis dari Rp19.861 menjadi Rp19.857. Adapun harga sejumlah jenis pupuk non-subsidi, termasuk KCL dan NPK, juga mengalami penurunan.
Data tersebut merupakan harga rata-rata tingkat konsumen Provinsi Jawa Timur. Harga yang berlaku di pasar tradisional maupun toko dapat berbeda sesuai lokasi, kondisi pasokan, dan transaksi setempat.













