JAWA TIMUR, LenteraInspiratif.id – Harga sejumlah bahan pokok di tingkat konsumen di Jawa Timur bergerak beragam pada Sabtu (12/9/2026). Salah satu perubahan paling mencolok terjadi pada beras premium yang mengalami kenaikan cukup tajam dibandingkan hari sebelumnya.
Berdasarkan data harga rata-rata Provinsi Jawa Timur yang diperbarui pukul 11.12 WIB, harga beras premium naik Rp1.196 per kilogram. Dari sebelumnya Rp15.072, kini menjadi Rp16.268 per kilogram atau mengalami kenaikan sebesar 7,94 persen.
Kenaikan tersebut menjadi perubahan harga terbesar dalam data komoditas yang tercatat pada hari ini. Sementara harga beras medium relatif stabil, meski tetap mengalami kenaikan tipis Rp13 menjadi Rp13.015 per kilogram atau 0,10 persen.
Di kelompok minyak goreng, seluruh jenis yang tercatat mengalami kenaikan. Minyak goreng curah naik Rp90 menjadi Rp20.509 per kilogram. Minyak goreng kemasan premium naik Rp15 menjadi Rp21.895 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan sederhana naik Rp17 menjadi Rp18.850 per liter.
Harga Minyakita juga naik Rp72 atau 0,45 persen menjadi Rp16.158 per liter.
Kenaikan turut terjadi pada daging sapi paha belakang yang naik Rp249 menjadi Rp131.450 per kilogram. Daging ayam ras relatif stabil dengan kenaikan hanya Rp3 menjadi Rp38.940 per kilogram. Sebaliknya, daging ayam kampung turun Rp107 menjadi Rp69.259 per ekor.
Pada komoditas telur, telur ayam ras naik Rp80 menjadi Rp24.759 per kilogram. Sementara telur ayam kampung kembali mengalami penurunan cukup besar, yakni Rp435 atau 0,95 persen menjadi Rp45.341 per kilogram.
Untuk kelompok cabai, seluruh jenis yang tercatat justru mengalami penurunan. Harga cabai rawit merah turun Rp349 menjadi Rp63.625 per kilogram. Cabai merah besar turun Rp187 menjadi Rp25.459 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting turun Rp149 menjadi Rp34.463 per kilogram.
Harga bawang merah juga turun Rp96 menjadi Rp26.310 per kilogram. Bawang putih turun Rp49 menjadi Rp29.301 per kilogram.
Di kelompok sayuran, harga kol atau kubis mengalami kenaikan Rp85 atau 1,07 persen menjadi Rp8.035 per kilogram. Buncis naik Rp104 atau 0,69 persen menjadi Rp15.093 per kilogram.
Sementara itu, harga kentang turun tipis Rp4 menjadi Rp15.663 per kilogram. Tomat merah turun Rp29 menjadi Rp6.685 per kilogram dan wortel turun Rp50 menjadi Rp14.606 per kilogram.
Kenaikan juga terlihat pada sejumlah komoditas ikan. Harga ikan tuna naik Rp307 menjadi Rp41.325 per kilogram, ikan asin teri naik Rp414 menjadi Rp78.748 per kilogram, sedangkan ikan cakalang naik Rp152 menjadi Rp36.023 per kilogram.
Ikan bandeng naik Rp71 menjadi Rp35.056 per kilogram dan ikan tongkol naik Rp56 menjadi Rp35.254 per kilogram.
Untuk kebutuhan rumah tangga lainnya, harga gas LPG 3 kilogram naik Rp33 menjadi Rp19.878 per kilogram. Harga mie instan juga naik tipis Rp1 menjadi Rp3.204 per bungkus.
Di kelompok pupuk, kenaikan cukup tinggi terjadi pada pupuk ZA non subsidi. Harganya naik Rp386 atau 5,95 persen, dari Rp6.481 menjadi Rp6.866 per kilogram.
Pupuk Urea non subsidi naik Rp142 atau 1,68 persen menjadi Rp8.606 per kilogram. Pupuk NPK non subsidi naik Rp185 atau 1,37 persen menjadi Rp13.731 per kilogram, sedangkan pupuk KCL non subsidi naik Rp53 menjadi Rp10.681 per kilogram.
Sementara harga pupuk SP 35 non subsidi tidak mengalami perubahan, tetap Rp7.800 per kilogram.
Untuk bahan bangunan, harga besi beton secara umum mengalami kenaikan tipis. Besi beton 6 mm naik Rp94 menjadi Rp30.807 per batang, besi 8 mm naik Rp89 menjadi Rp48.656, besi 10 mm naik Rp98 menjadi Rp70.946, dan besi 12 mm naik Rp16 menjadi Rp100.467 per batang.
Harga sejumlah jenis paku justru mengalami penurunan tipis, sedangkan kayu balok meranti dan papan meranti tercatat tidak mengalami perubahan.
Data harga tersebut menunjukkan pergerakan kebutuhan pokok di Jawa Timur masih cukup dinamis. Beras premium menjadi komoditas yang paling menonjol pada perdagangan hari ini setelah mengalami lonjakan harga hampir 8 persen dalam satu hari.











