MOJOKERTO, Lenterainspiratif.id – Sosok kepala desa perempuan di Kabupaten Mojokerto menjadi inspirasi nyata semangat emansipasi perempuan di era modern. Ia adalah Lilik Nur Fawiyah, Kepala Desa Payungrejo, Kecamatan Kutorejo, yang dinilai berhasil meneladani perjuangan Raden Ajeng Kartini melalui pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi desa.
Sejak menjabat pada tahun 2019, Lilik aktif menghadirkan berbagai program produktif yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Salah satu terobosan yang menjadi andalan adalah penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melalui usaha peternakan ayam petelur.
Program tersebut kini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Desa Payungrejo.
Dengan modal awal sekitar Rp200 juta, usaha peternakan itu kini berkembang pesat dengan populasi sekitar 700 ekor ayam petelur.
Setiap hari, produksi telur mencapai sekitar 35 kilogram, yang dipasarkan ke toko-toko serta pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di wilayah sekitar.
Program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan desa, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga, khususnya kaum perempuan agar lebih aktif dalam kegiatan produktif.
Tak berhenti di sektor peternakan, Lilik juga mengembangkan program budidaya jamur tiram sebagai alternatif usaha bagi masyarakat desa.
Berbagai inovasi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa kepemimpinan perempuan mampu membawa perubahan nyata dan berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.
Menurut Lilik, semangat Kartini harus terus hidup dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi perempuan yang memiliki peran besar di keluarga maupun masyarakat.
“Kita sebagai kepala desa perempuan harus tetap cerdas, sehat, dan semangat untuk anak-anak kita di desa,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Ia menambahkan, perjuangan Kartini menjadi sumber motivasi untuk terus kuat dan tidak mudah menyerah dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin.
“Saya berharap bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat dengan mencontoh Kartini. Kita harus kuat, semangat, cerdas, dan tidak boleh lemah meski kita perempuan,” pungkasnya.
Kiprah Lilik menjadi gambaran nyata bahwa perempuan masa kini mampu memimpin, berdaya, dan memberi kontribusi besar bagi pembangunan desa.













