BeritaJawa Timur

Sampaikan LPJ, Suara Gus Yahya Bergetar: Kami Mohon Maaf kepada Nahdlatul Ulama

×

Sampaikan LPJ, Suara Gus Yahya Bergetar: Kami Mohon Maaf kepada Nahdlatul Ulama

Sebarkan artikel ini

JOMBANG, LenteraInspiratif.id – Suasana haru pecah dalam Sidang Pleno II Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jumat (28/8/2026).

 

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan periode 2021-2026 di hadapan para peserta Muktamar.

 

Gus Yahya mengawali laporan dengan mengingat kembali momen ketika dirinya bersama jajaran PBNU menerima mandat kepemimpinan NU lima tahun silam.

 

Kini, di penghujung masa kepengurusannya, amanah tersebut dikembalikan melalui laporan pertanggungjawaban.

 

“Lima tahun yang lalu kami menerima amanah ini. Sekarang saatnya kami mengembalikannya dengan laporan tentang apa yang telah kami kerjakan,” ujar Gus Yahya.

 

Ia mengakui selama lima tahun memimpin PBNU terdapat berbagai dinamika, capaian, sekaligus keterbatasan dalam menjalankan program organisasi.

 

Di tengah penyampaian LPJ, nada suara Gus Yahya terdengar bergetar ketika menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar NU.

 

“Kami mohon maaf kepada Nahdlatul Ulama, kami mohon maaf kepada seluruh jam’iyah Nahdlatul Ulama, kami mohon maaf kepada warga Nahdlatul Ulama, kami mohon maaf kepada sejarah Nahdlatul Ulama,” tuturnya.

 

Gus Yahya juga menegaskan bahwa capaian PBNU selama lima tahun terakhir tidak bisa dilekatkan sebagai keberhasilan pribadi.

 

Menurutnya, roda organisasi berjalan berkat kerja bersama seluruh struktur NU, mulai dari jajaran pusat hingga pengurus di tingkat daerah.

 

“Ini bukan pencapaian personal. Bukan hasil kerja orang per orang, bahkan bukan hanya hasil kerja Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” tegasnya.

 

Ia menyebut PWNU, PCNU, MWCNU, lembaga, badan otonom hingga pengurus ranting memiliki peran dalam menjalankan agenda-agenda organisasi.

 

Gus Yahya juga menyampaikan penghargaan kepada para masyayikh, kiai, kader dan warga Nahdliyin yang selama ini memberikan doa, dukungan dan kepercayaan kepada NU.

 

“Oleh sebab itu, laporan ini bukan klaim atas keberhasilan. Ini adalah pertanggungjawaban atas ikhtiar, bahwa kami telah berikhtiar,” katanya.

 

Setelah mendengarkan pandangan umum dari sejumlah PWNU dan PCNU, forum Muktamar kemudian menerima LPJ kepengurusan PBNU.

 

Penerimaan laporan tersebut menjadi penanda berakhirnya salah satu tahapan penting dalam Muktamar ke-35 NU.

 

Selanjutnya, forum akan bergerak menuju pembahasan agenda strategis organisasi, termasuk proses pemilihan kepemimpinan NU untuk periode berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id