BeritaJawa Timur

Menyingkap Rahasia Kelezatan Onde-Onde Khas Mojokerto ala Mbak Milla: Gurih, Lembut, dan Anti-Meledak

×

Menyingkap Rahasia Kelezatan Onde-Onde Khas Mojokerto ala Mbak Milla: Gurih, Lembut, dan Anti-Meledak

Sebarkan artikel ini

MOJOKERTO – Aroma pandan bercampur gurihnya biji wijen tercium dari sebuah dapur sederhana di Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

 

Di dapur tersebut, Mbak Milla tengah sibuk menyiapkan salah satu jajanan yang sudah begitu lekat dengan identitas kuliner Bumi Majapahit, yakni onde-onde.

 

Bagi sebagian orang, membuat onde-onde mungkin terlihat sederhana. Namun, di tangan Mbak Milla, proses tersebut membutuhkan ketelitian. Mulai dari memilih bahan, membuat isian, mengolah kulit hingga mengatur suhu minyak saat menggoreng.

 

Menurut Mbak Milla, tekstur menjadi salah satu kunci agar onde-onde tidak mudah pecah, kempes, maupun meledak ketika digoreng.

 

«“Kuncinya ada pada kentang kukus dan cara menguleninya agar teksturnya pas,” ujar Mbak Milla.»

 

Isian Kacang Hijau yang Gurih dan Manis

 

Rahasia pertama terletak pada bagian isian.

 

Mbak Milla menggunakan sekitar 150 gram kacang hijau kupas. Kacang tersebut terlebih dahulu direndam selama kurang lebih dua jam agar lebih lunak sebelum dikukus.

 

Setelah matang, kacang hijau dihaluskan. Selanjutnya, bahan tersebut dimasak bersama 100 gram gula pasir, 200 mililiter santan encer, seperempat sendok teh garam dan satu lembar daun pandan.

 

Adonan dimasak menggunakan api kecil sambil terus diaduk hingga mengental dan menjadi kalis.

 

Setelah teksturnya cukup padat, adonan kacang hijau kemudian didinginkan dan dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil. Ukuran isian dibuat secukupnya agar nantinya mudah dibungkus adonan kulit.

 

Perpaduan gula, santan dan sedikit garam membuat isian memiliki rasa manis sekaligus gurih.

 

Kulit Onde-Onde Harus Lembut tetapi Tidak Mudah Pecah

 

Selain isian, kulit menjadi bagian yang tidak kalah penting.

 

Mbak Milla menggunakan perpaduan tepung ketan putih dan tepung beras yang dicampur dengan gula pasir halus serta sedikit garam.

 

Yang menjadi salah satu pembeda adalah penggunaan kentang kukus yang telah dihaluskan.

 

Kentang tersebut dicampurkan ke dalam adonan tepung, kemudian diuleni menggunakan air hangat hingga adonan menjadi kalis, lembut dan mudah dibentuk.

 

Menurut Mbak Milla, proses menguleni tidak boleh dilakukan asal-asalan. Adonan yang terlalu keras dapat membuat kulit mudah pecah, sedangkan adonan yang terlalu lembek akan menyulitkan proses pembentukan.

 

Dibasahi Sebelum Dibalur Wijen

 

Setelah kulit siap, adonan ditimbang agar ukurannya relatif seragam.

 

Adonan kemudian dipipihkan, diisi dengan bulatan kacang hijau dan ditutup hingga rapat. Setelah itu, adonan dibentuk menjadi bola-bola kecil.

 

Sebelum diberi wijen, onde-onde dicelupkan sebentar ke dalam air.

 

Langkah sederhana tersebut berfungsi membantu biji wijen menempel lebih kuat pada permukaan kulit.

 

Onde-onde kemudian digulingkan pada wijen putih hingga seluruh permukaannya tertutup secara merata.

 

Tahap ini juga membutuhkan ketelitian. Permukaan yang tidak tertutup wijen secara merata dapat membuat tampilan onde-onde kurang menarik setelah digoreng.

 

Rahasia Onde-Onde Tidak Meledak Saat Digoreng

 

Inilah tahap yang menurut Mbak Milla paling menentukan hasil akhir.

 

Kesalahan dalam mengatur suhu minyak bisa membuat onde-onde pecah, kempes atau bahkan meledak ketika digoreng.

 

Mbak Milla memiliki trik sederhana. Onde-onde tidak langsung dimasukkan ke dalam minyak yang sudah sangat panas.

 

Sebaliknya, onde-onde dimasukkan ketika minyak masih dalam kondisi dingin atau hangat kuku.

 

Setelah itu, proses penggorengan dilakukan menggunakan api kecil secara perlahan.

 

Selama digoreng, onde-onde perlu diperhatikan dan dibolak-balik secara perlahan agar panas menyebar secara merata.

 

Teknik tersebut membuat kulit onde-onde memiliki waktu untuk mengembang secara bertahap. Hasilnya, bagian luar menjadi renyah dengan permukaan wijen yang matang, sementara bagian dalam tetap lembut.

 

Cara ini sekaligus menjadi salah satu kunci untuk mengurangi risiko onde-onde pecah atau meledak akibat perubahan suhu yang terlalu drastis.

 

Dari Dapur Sederhana untuk Pecinta Jajanan Tradisional

 

Bagi Mbak Milla, membuat onde-onde bukan hanya soal menghasilkan camilan untuk dijual. Ada ketelitian dan pengalaman yang harus terus dijaga agar rasa serta teksturnya tetap konsisten.

 

Dari dapur sederhana di Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, onde-onde dibuat dengan mempertahankan cita rasa jajanan tradisional yang sudah dikenal luas sebagai salah satu kuliner khas Mojokerto.

 

Onde-onde hangat dengan lapisan wijen yang renyah, kulit lembut dan isian kacang hijau yang manis-gurih menjadi pilihan camilan untuk berbagai kesempatan.

 

Bagi masyarakat yang ingin menikmati atau memesan onde-onde buatan Mbak Milla untuk acara keluarga, arisan maupun camilan sehari-hari, pemesanan dapat dilakukan melalui WhatsApp +62 857-4885-1357.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id