EkonomiJawa Timur

Harga Sembako Jatim Hari Ini 18 September 2026, Papan Meranti Naik 6,74 Persen

×

Harga Sembako Jatim Hari Ini 18 September 2026, Papan Meranti Naik 6,74 Persen

Sebarkan artikel ini
Warga berbelanja untuk memenuhi kebutuhan Ramadan di Pasar Bandarjo, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jateng, Rabu (17/6). Meski harga sejumlah komoditi mengalami kenaikan, pedagang setempat mengaku jumlah permintaan dari warga yang berbelanja tetap mengalami peningkatan antara 50 persen hingga 100 persen untuk memenuhi kebutuhan mereka selama Ramadan. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Rei/pd/15.

SURABAYA — Harga sejumlah bahan pokok dan komoditas kebutuhan masyarakat di Jawa Timur mengalami perubahan pada Jumat (18/9/2026). Berdasarkan data harga rata-rata tingkat konsumen Jawa Timur per pukul 09.29 WIB, pergerakan harga terjadi pada komoditas pangan, minyak goreng, cabai, ikan, hingga bahan bangunan.

 

Kenaikan paling besar dalam data kali ini tercatat pada papan meranti ukuran 4 meter x 3 cm x 20 mm. Harganya naik Rp7.255 menjadi Rp114.945 per lembar atau 6,74 persen dibandingkan harga sebelumnya Rp107.689.

 

Pada kelompok bahan pangan, harga minyak goreng curah naik cukup tinggi. Harganya meningkat Rp295 menjadi Rp20.750 per kilogram atau 1,44 persen.

 

Minyak goreng kemasan sederhana juga naik Rp184 menjadi Rp19.038 per liter atau 0,97 persen. MINYAKITA naik tipis Rp28 menjadi Rp16.109 per liter atau 0,17 persen. Sementara minyak goreng kemasan premium justru turun Rp18 menjadi Rp22.075 per liter atau 0,08 persen.

 

Harga beras juga mengalami kenaikan. Beras premium naik Rp31 menjadi Rp15.126 per kilogram atau 0,21 persen, sedangkan beras medium naik Rp53 menjadi Rp13.056 per kilogram atau 0,41 persen.

 

Gula kristal putih naik Rp36 menjadi Rp17.316 per kilogram atau 0,21 persen.

 

Pergerakan cukup signifikan terjadi pada kelompok garam beryodium. Garam jenis bata naik Rp79 menjadi Rp1.920 per buah atau 4,30 persen. Garam beryodium halus juga naik Rp208 menjadi Rp9.549 per kilogram atau 2,23 persen.

 

Untuk komoditas cabai, harga cabai rawit merah mengalami kenaikan Rp1.055 menjadi Rp63.988 per kilogram atau 1,68 persen. Cabai merah keriting naik Rp347 menjadi Rp36.817 per kilogram atau 0,95 persen.

 

Sebaliknya, cabai merah besar turun Rp256 menjadi Rp25.421 per kilogram atau 1 persen.

 

Harga bawang merah naik Rp145 menjadi Rp26.314 per kilogram atau 0,56 persen. Sementara bawang putih Sinco/Honan turun Rp291 menjadi Rp28.649 per kilogram atau 1 persen.

 

Pada kelompok daging, harga daging sapi paha belakang naik Rp923 menjadi Rp132.790 per kilogram atau 0,70 persen. Daging ayam ras relatif stabil dengan penurunan Rp8 menjadi Rp39.097 per kilogram.

 

Daging ayam kampung mengalami penurunan Rp1.555 menjadi Rp68.002 per ekor atau 2,24 persen. Harga telur ayam ras turun Rp71 menjadi Rp24.899 per kilogram, sedangkan telur ayam kampung turun Rp1.505 menjadi Rp44.144 per kilogram atau 3,30 persen.

 

Harga ikan asin teri justru naik Rp1.719 menjadi Rp80.144 per kilogram atau 2,19 persen. Kacang hijau naik Rp412 menjadi Rp27.482 per kilogram atau 1,52 persen, sedangkan kacang tanah naik Rp203 menjadi Rp39.320 per kilogram.

 

Pada kelompok sayuran, wortel naik Rp146 menjadi Rp14.729 per kilogram atau 1 persen. Kentang naik Rp92 menjadi Rp15.773 per kilogram atau 0,59 persen.

 

Sebaliknya, tomat merah turun Rp135 menjadi Rp6.762 per kilogram atau 1,95 persen. Kol/kubis turun Rp41 menjadi Rp7.977 per kilogram, sementara harga buncis relatif stabil dengan penurunan Rp4.

 

Harga ikan segar mayoritas mengalami penurunan. Ikan tongkol turun Rp294 menjadi Rp34.984 per kilogram atau 0,83 persen. Ikan bandeng turun Rp271 menjadi Rp35.004 per kilogram atau 0,77 persen.

 

Ikan kembung turun Rp240 menjadi Rp35.987 per kilogram atau 0,66 persen dan ikan cakalang turun Rp138 menjadi Rp35.814 per kilogram. Sementara ikan tuna naik tipis Rp96 menjadi Rp41.218 per kilogram.

 

Untuk bahan bangunan lainnya, kayu balok meranti turun Rp1.619 menjadi Rp98.764 per batang atau 1,61 persen. Triplek 6 mm juga turun Rp409 menjadi Rp76.271 per lembar atau 0,53 persen.

 

Harga besi beton bergerak beragam. Besi beton 6 mm naik Rp394 menjadi Rp31.107 per batang atau 1,28 persen. Sebaliknya, besi beton 10 mm turun Rp979 menjadi Rp69.869 per batang atau 1,38 persen, sedangkan besi beton 12 mm turun Rp1.663 menjadi Rp98.811 per batang atau 1,66 persen.

 

Harga gas Elpiji 3 kilogram naik Rp98 menjadi Rp19.943 per kilogram atau 0,49 persen.

 

Sementara pada kelompok pupuk, harga SP 35 non subsidi naik Rp334 menjadi Rp8.133 per kilogram atau 4,29 persen. Pupuk ZA naik Rp153 menjadi Rp6.864 per kilogram atau 2,28 persen, sedangkan KCL naik Rp95 menjadi Rp10.723 per kilogram atau 0,90 persen.

 

Di sisi lain, pupuk NPK non subsidi turun Rp398 menjadi Rp13.644 per kilogram atau 2,84 persen. Pupuk Urea juga turun Rp286 menjadi Rp8.469 per kilogram atau 3,27 persen.

 

Data harga rata-rata tingkat konsumen tersebut menunjukkan pergerakan harga di Jawa Timur pada 18 September 2026 cukup beragam. Kenaikan terlihat pada sejumlah komoditas pangan, sementara beberapa bahan lainnya mengalami penurunan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id