SURABAYA — Harga sejumlah bahan pokok di Jawa Timur bergerak beragam pada Selasa (15/9/2026). Berdasarkan data harga rata-rata tingkat konsumen Jawa Timur per pukul 11.20 WIB, perubahan paling mencolok terjadi pada garam beryodium jenis bata yang turun lebih dari 10 persen.
Harga garam beryodium jenis bata tercatat turun Rp186 per buah, dari Rp1.841 menjadi Rp1.655 atau sebesar 10,08 persen. Sementara garam beryodium halus turun Rp22 menjadi Rp9.319 per kilogram atau 0,24 persen.
Di kelompok beras, harga beras premium naik tipis Rp8 menjadi Rp15.105 per kilogram atau 0,05 persen. Beras medium juga mengalami kenaikan Rp12 menjadi Rp13.020 per kilogram atau 0,09 persen.
Harga gula kristal putih justru turun Rp9 menjadi Rp17.255 per kilogram atau 0,05 persen.
Pergerakan cukup terasa pada minyak goreng. Minyak goreng curah naik Rp108 menjadi Rp20.562 per kilogram atau 0,53 persen. Minyak goreng kemasan premium naik Rp119 menjadi Rp22.093 per liter atau 0,54 persen.
Minyak goreng kemasan sederhana naik Rp78 menjadi Rp18.911 per liter atau 0,41 persen. Sementara MINYAKITA naik tipis Rp11 menjadi Rp16.118 per liter atau 0,07 persen.
Pada komoditas daging, harga daging sapi paha belakang naik Rp310 menjadi Rp131.688 per kilogram atau 0,24 persen. Daging ayam ras juga naik Rp49 menjadi Rp39.070 per kilogram atau 0,13 persen.
Sebaliknya, daging ayam kampung turun Rp216 menjadi Rp69.064 per ekor atau 0,31 persen. Harga telur ayam ras naik Rp42 menjadi Rp24.945 per kilogram atau 0,17 persen, sedangkan telur ayam kampung turun Rp158 menjadi Rp45.491 per kilogram atau 0,35 persen.
Harga cabai secara umum mengalami kenaikan. Cabai merah keriting naik Rp43 menjadi Rp35.101 per kilogram atau 0,12 persen. Cabai merah besar naik Rp192 menjadi Rp25.823 per kilogram atau 0,75 persen. Cabai rawit merah juga naik Rp211 menjadi Rp61.805 per kilogram atau 0,34 persen.
Berbeda dengan cabai, harga bawang mengalami penurunan. Bawang merah turun Rp106 menjadi Rp26.167 per kilogram atau 0,40 persen. Bawang putih Sinco/Honan turun Rp78 menjadi Rp29.136 per kilogram atau 0,27 persen.
Pada kelompok sayuran, tomat merah mengalami penurunan paling besar, yakni Rp123 menjadi Rp6.659 per kilogram atau 1,82 persen. Buncis turun Rp131 menjadi Rp14.783 per kilogram atau 0,88 persen.
Harga kentang juga turun Rp45 menjadi Rp15.636 per kilogram atau 0,28 persen. Sementara kol/kubis naik Rp27 menjadi Rp8.035 per kilogram dan wortel naik Rp40 menjadi Rp14.688 per kilogram.
Harga ikan segar cenderung meningkat. Ikan tuna naik Rp386 menjadi Rp41.508 per kilogram atau 0,94 persen. Ikan cakalang naik Rp163 menjadi Rp36.054 per kilogram atau 0,45 persen, sedangkan ikan tongkol naik Rp132 menjadi Rp35.393 per kilogram atau 0,38 persen.
Ikan bandeng naik tipis Rp27 menjadi Rp35.204 per kilogram. Hanya ikan kembung yang turun Rp44 menjadi Rp36.295 per kilogram.
Untuk komoditas bahan bangunan, harga kayu balok meranti dan papan meranti tidak mengalami perubahan. Masing-masing tetap Rp100.383 per batang dan Rp107.689 per lembar.
Harga triplek 6 mm naik Rp99 menjadi Rp76.779 per lembar atau 0,13 persen. Sementara harga besi beton cenderung turun, dengan besi beton 6 mm turun 0,33 persen menjadi Rp30.612 per batang dan besi beton 8 mm turun 0,11 persen menjadi Rp48.513 per batang.
Pada kelompok pupuk, harga NPK non subsidi turun Rp317 menjadi Rp13.717 per kilogram atau 2,26 persen. Pupuk Urea juga turun Rp117 menjadi Rp8.634 per kilogram atau 1,34 persen.
Sebaliknya, pupuk ZA non subsidi naik Rp134 menjadi Rp6.845 per kilogram atau 1,99 persen. Pupuk KCL naik Rp68 menjadi Rp10.696 per kilogram atau 0,64 persen, sedangkan pupuk SP 35 tetap Rp7.799 per kilogram.
Secara umum, harga pangan dan sejumlah komoditas di Jawa Timur pada 15 September 2026 bergerak fluktuatif. Beberapa komoditas mengalami kenaikan tipis, sementara penurunan paling besar tercatat pada garam beryodium jenis bata.











