BeritaJawa Timur

Harga Sembako Jatim Hari Ini (Minggu 13 September 2026), Harga Cabai hingga Minyak Goreng Bergerak

×

Harga Sembako Jatim Hari Ini (Minggu 13 September 2026), Harga Cabai hingga Minyak Goreng Bergerak

Sebarkan artikel ini
Pedagang pasar tanjung anyar

SURABAYA — Harga sejumlah bahan pokok di Jawa Timur mengalami perubahan pada Minggu (13/9/2026). Berdasarkan data harga rata-rata tingkat konsumen Jawa Timur per pukul 09.28 WIB, pergerakan harga terjadi pada berbagai komoditas, mulai dari beras, minyak goreng, cabai, hingga ikan segar.

 

Pada kelompok beras, harga premium justru mengalami kenaikan. Beras premium naik Rp78 per kilogram dari Rp15.081 menjadi Rp15.159 atau 0,52 persen.

 

Sebaliknya, beras medium turun Rp36 per kilogram, dari Rp13.003 menjadi Rp12.967 atau berkurang 0,28 persen.

 

Harga gula kristal putih juga turun Rp69 per kilogram dari Rp17.253 menjadi Rp17.183 atau 0,40 persen.

 

Kenaikan cukup terlihat pada kelompok minyak goreng. Minyak goreng curah naik Rp158 menjadi Rp20.596 per kilogram atau 0,78 persen. Minyak goreng kemasan premium juga naik Rp199 menjadi Rp22.079 per liter atau 0,91 persen.

 

Sementara minyak goreng kemasan sederhana hanya naik Rp5 menjadi Rp18.839 per liter. Harga MINYAKITA justru turun Rp66 menjadi Rp16.044 per liter atau 0,41 persen.

 

Untuk komoditas daging, harga daging ayam ras turun Rp144 menjadi Rp38.860 per kilogram atau 0,37 persen. Penurunan lebih besar terjadi pada daging ayam kampung yang turun Rp3.026 menjadi Rp66.253 per ekor atau 4,37 persen.

 

Harga telur ayam ras naik Rp96 menjadi Rp24.818 per kilogram atau 0,39 persen. Sedangkan telur ayam kampung turun Rp952 menjadi Rp44.824 per kilogram atau 2,08 persen.

 

Pergerakan harga juga terjadi pada komoditas jagung dan kedelai. Jagung pipilan kering naik Rp170 menjadi Rp8.072 per kilogram atau 2,16 persen. Kedelai lokal turun cukup tajam, yakni Rp603 menjadi Rp12.487 per kilogram atau 4,61 persen.

 

Di kelompok cabai, harga cabai merah keriting relatif turun tipis sebesar Rp76 menjadi Rp34.431 per kilogram atau 0,22 persen. Cabai merah besar turun lebih signifikan, yakni Rp872 menjadi Rp24.839 per kilogram atau 3,39 persen.

 

Sementara itu, cabai rawit merah justru naik Rp593 menjadi Rp63.815 per kilogram atau 0,94 persen.

 

Harga bawang merah mengalami kenaikan Rp342 menjadi Rp26.757 per kilogram atau 1,29 persen. Bawang putih Sinco/Honan juga naik tipis Rp20 menjadi Rp29.374 per kilogram.

 

Pada kelompok sayuran, harga tomat merah naik Rp93 menjadi Rp6.813 per kilogram atau 1,38 persen. Buncis naik Rp150 menjadi Rp15.170 per kilogram atau 1 persen, sedangkan kentang naik tipis 0,20 persen menjadi Rp15.694 per kilogram.

 

Sebaliknya, kol/kubis turun Rp108 menjadi Rp7.838 per kilogram atau 1,35 persen. Harga wortel juga turun Rp76 menjadi Rp14.580 per kilogram atau 0,52 persen.

 

Kenaikan cukup tinggi tercatat pada sejumlah ikan segar. Harga ikan tuna naik Rp1.153 menjadi Rp42.171 per kilogram atau 2,81 persen. Ikan bandeng naik Rp806 menjadi Rp35.831 per kilogram atau 2,30 persen, sedangkan ikan cakalang naik Rp930 menjadi Rp36.770 per kilogram atau 2,59 persen.

 

Ikan tongkol juga naik Rp607 menjadi Rp35.791 per kilogram atau 1,73 persen. Hanya ikan kembung yang mengalami penurunan tipis sebesar Rp54 menjadi Rp36.070 per kilogram.

 

Pada komoditas bahan bangunan, kayu balok meranti naik Rp3.481 menjadi Rp103.864 per batang atau 3,47 persen. Papan meranti naik Rp3.210 menjadi Rp110.900 per lembar atau 2,98 persen.

 

Harga semen juga bergerak beragam. Semen Bosowa mencatat kenaikan terbesar sebesar Rp904 menjadi Rp49.194 per sak 40 kilogram atau 1,87 persen. Semen Tonasa naik 1,02 persen menjadi Rp49.000, sedangkan Semen Padang naik 0,86 persen menjadi Rp49.388.

 

Sementara itu, harga gas Elpiji 3 kilogram naik Rp300 menjadi Rp20.145 per kilogram atau 1,51 persen.

 

Kelompok pupuk justru didominasi penurunan. Pupuk SP 35 non subsidi turun Rp446 menjadi Rp7.355 per kilogram atau 5,71 persen. Pupuk KCL non subsidi turun 5,10 persen menjadi Rp10.086 per kilogram, sedangkan pupuk Urea turun 4,38 persen menjadi Rp8.371 per kilogram.

 

Pupuk NPK non subsidi juga turun Rp506 menjadi Rp13.529 per kilogram atau 3,60 persen. Satu-satunya pupuk yang mengalami kenaikan adalah ZA non subsidi, yakni naik Rp226 menjadi Rp6.940 per kilogram atau 3,37 persen.

 

Secara umum, pergerakan harga bahan pokok Jawa Timur pada 13 September 2026 cukup beragam. Sejumlah komoditas mengalami kenaikan, sementara beberapa bahan pangan lainnya justru mencatat penurunan cukup signifikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id