Maluku UtaraOpini

Diusia Ke-25 Tahun LMND; Sistem Pendidikan Kota Ternate Prihatinkan, Manifesto Pendidikan Solusinya

×

Diusia Ke-25 Tahun LMND; Sistem Pendidikan Kota Ternate Prihatinkan, Manifesto Pendidikan Solusinya

Sebarkan artikel ini
LMND Ternate,
Ketua LMND Kota Ternate, Kristorian Tuandali

 

Oleh : Kristorian Tuandali, Ketua LMND Kota Ternate

LenteraInspiratif.id – Saat ini LMND mempunyai Implikasi besar terhadap kebijakan edukasi dari tingkat nasional sampai di Jijiran Provinsi Maluku Utara (Malut). LMND juga merupakan sebuah organisasi Perjuangan dan Organisasi Revolusioner yang selalu perjuangkan kebebasan hak-hak rakyat, serta juga perjuangkan sistem Pendidikan, politik, budaya dan ekonomi.

Di usia ke-25 tahun ini, LMND terus menyoroti sistem Pendidikan di ndonesia dan merembek pada tingkat wilayah hingga kabupaten/kota. Banyak problem Pendidikan yang di temukan di bangs ini, khususnya di wilayah provinsi maluku utara dan Tingkat kota ternate.

 

Sesuai pandangan Pendidikan merupakan tonggak kemajuan bangsa. Untuk menjadi sebuah bangsa yang maju tentu cita-cita yang dimiliki oleh setiap negara di dunia. Sudah bukan menjadi rahasia umum jika maju atau tidak sebuah bangsa atau negara dipengaruhi oleh faktor pendidikan.

Pendidikan juga merupakan sebuah proses untuk mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas. Negara kita yaitu Indonesia adalah salah satu negara berkembang di dunia yang masih mempunyai masalah besar dalam dunia pendidikan. Indonesia mempunyai salah satu tujuan yaitu “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa” yang menjadi tonggak perkembangan pembangunan kesejahteraan dan kebudayaan bangsa Indonesia.

Tetapi dalam realita atau yang kita rasakan sekarang adalah adanya ketertinggalan didalam mutu pendidikan. Rendahnya mutu pendidikan berdampak pada penghambatan penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang mempunyai keahlian dan keterampilan untuk memenuhi pembangunan bangsa di berbagai bidang. Banyak faktor yang melatarbelakangi penyebab pendidikan di Indonesia, Provinsi Maluku Utara dan khususnya di Kota Ternate yang dinilai tidak bisa berkembang yaitu:

 

Mahalnya Biaya Pendidikan

Pendidikan di kota ternate menjadi sulit bagi masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Mayoritas penduduk yang ada di kota ternate yang berakibat terbengkalainya untuk melaksanakan pendidikan. Selain mereka yang tidak mempunyai kemauan untuk tumbuh dengan berkualitas dan sadar akan pentingnya pendidikan. Tetapi faktor ekonomi menjadi alasan utama mereka untuk mengabaikan dan tidak melakukan kegiatan pendidikan.

 

Dengan permasalahan tersebut sebenarnya pemerintah mencanangkan pendidikan gratis dan bahkan pendidikan wajib 12 tahun, akan tetapi biaya-biaya lain yang harus ditanggung oleh para siswa tidaklah gratis. Biaya lain yang dimaksud yaitu biaya transportasi, biaya membeli buku, biaya seragam, dan peralatan sekolah tidaklah murah.

Masyarakat untuk sekolah atau berpendidikan harus memikirkan biaya lain-lain, dibandingkan dengan biaya pendidikan itu sendiri. Selain itu, untuk biaya hidup sehari-hari yang semakin lama semakin mahal terkadang membuat masyarakat lebih memilih untuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan dibandingkan harus melanjutkan atau untuk sekolah.

 

Fasilitas Pendidikan Yang Kurang Memadai

Fasilitas yang dimiliki semua sekolah di seluruh Indonesia tidaklah semuanya cukup, bahkan masih banyak sekolah yang kekurangan untuk memenuhi standar sekolah yang memadai untuk menjalankan suatu kegiatan belajar mengajar. Banyak sekolah-sekolah di Indonesia yang masih belum mempunyai lab komputer, lab praktek, bahkan masih banyak sekolah yang bangunanya hampur runtug.

 

Ada juga sekolah yang jumlah siswa melebihi meja dan kursi yang dimiliki oleh sekolah, dan sekolah yang belum memiliki perlengkapan teknologi dan alat-alat penunjang lainnya. Hal tersebut yang menyebabkan pendidikan tidak dapat berkembang secara optimal. Hanya sekolah-sekolah yang memiliki fasilitas lengkap saja yang dapat mengembangkan peserta didiknya.

Rendahnya Kesempatan Pemerataan Pendidikan

Hal ini didasarkan pada perhatian pemerintah terhadap hal pendidikan. Dalam realitanya pemerintah belum cukup berikan perhatian lebih kepada pendidikan yang ada di kota. Pemerintah masih lemah melihat kualitas pendidikan di perkotaan. Salah satu contohnya dalam hal masalah kesejahteraan guru.

 

Gaji guru di kota masih rendah. Hal ini menyebabkan banyak guru lebih memilih berhenti menjadi guru dan bekerja di kota. Dengan masalah tersebut berdampak pada kualitas guru yang ada di kota. Selain masalah kesejahteraan guru, juga terdapat ketimpangan dalam hal bantuan untuk fasilitas pendidikan, dan banyak hal lainya. Maka tidak heran apabila pendidikan di saat ini masih belum merata dimana kualitas pendidikan di kota juga belum begitu memadai.

Sebagaimana dalam alinea ke-4 pembukaan UUD 1945 “Mencerdaskan kehidupan bangsa” ini merupakan salah satu ide dasar dan juga alasan dalam membentuk pemerintahan negara Indonesia, agar kita memiliki masyarakat terdidik dan cerdas. Kemudian Pasal 31 UUD 1945 pada ayat 1 berbunyi “Setiap warga negara berhak mendapat Pendidikan”.

Kurikulum Yang Tidak Menentu

Kurikulum merupakan sejumlah tahapan yang didesain untuk peserta didik dengan petunjuk institusi pendidikan yang isinya berupa proses yang statis maupun dinamis dan kompetensi yang harus dimiliki. Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan, sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pendidikan. Tetapi dalam situasi lapangan kurikulum di kota ternate terlalu kompleks, dimana peserta didik terbebani dengan segudang materi yang harus dikuasainya.

 

Hal tersebut berdampak pada peserta didik hanya memahami materi setengah-setengah tak memahami menyeluruh. Ini berdampak pada pengetahuan peserta didik akan sangat terbatas dan peserta didik kurang mengeluarkan potensi. Selain kurikulum yang kompleks sistem kurikulumnya. Namun, kurikulum hanyalah sebatas perubahan nama semata. Tanpa mengubah konsep kurikulum, tentulah tidak akan ada dampak positif dari perubahan kurikulum saat ini.

“Menginterpretasikan pendidikan sebagai dukungan dan panduan bagi setiap individu untuk berkembang sesuai dengan kodrat hidup dan kodrat alam yang sudah melekat dalam dirinya. Pendidikan dinilai sebagai sarana individu untuk mencapai kodrat sesuai dengan budaya dan nilai-nilai luhur yang kuat” (Ki Hajar Dewantara)

Adapun solusi yang dapat diberikan dari permasalahan diatas antara lain dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Pemerintah harus lebih peka dan dapat mengambil langkah yang pasti untuk memperbaiki kualitas sesuai dengan kondisi di kota ternate saat ini.

 

Perbaikan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga masyarakat juga harus bahu-membahu bersama pemerintah untuk dapat meningkatkan kesadaran bahwa pendidikan itu sangatlah penting untuk kemajuan sebuah bangsa.

 

Perkembangan dunia di era globalisasi ini memang banyak menuntut perubahan sistem pendidikan nasional yang jauh lebih baik agar dapat mampu bersaing secara sehat dalam segala bidang. Dengan meningkatkan kualitas pendidikan hal tersebut berdampak pada sumber daya manusia yang terlahir akan semakin baik mutunya dan akan mampu membawa bangsa ini bersaing secara sehat dalam segala bidang di dunia Internasional.

Olehnya itu, LMND merumuskan program Strategis yang sesuai dengan prinsip-prinsip Pendidikan yaitu “Manifesto Pendidikan Nasional (Peta Jalan Emansipatoris)”. Yang telah di deklarasikan pada tahun 2024.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *