BeritaMaluku Utara

Disbudpar Tidore Fokus Kembangkan Wisata Sejarah, Budaya dan Bahari untuk Dongkrak Pariwisata Daerah

×

Disbudpar Tidore Fokus Kembangkan Wisata Sejarah, Budaya dan Bahari untuk Dongkrak Pariwisata Daerah

Sebarkan artikel ini
Kepala Disbudpar Kota Tidore Kepulauan, Daud Muhammad

Lenterainspiratif.id | Tidore – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore Kepulauan (Disbudpar) memfokuskan pengembangan sektor pariwisata pada tiga subsektor utama, yakni wisata sejarah, wisata budaya, dan wisata bahari sebagai upaya memperkuat daya tarik pariwisata daerah.

 

Kepala Disbudpar Kota Tidore Kepulauan, Daud Muhammad mengatakan, Tidore memiliki potensi wisata yang besar dan pengembangannya selaras dengan visi pembangunan daerah yang menitikberatkan pada penguatan sektor pariwisata berbasis sejarah, budaya, dan kelautan.

 

Menurut Daud, dari sisi wisata sejarah, Tidore menyimpan banyak jejak penting perjalanan dunia, mulai dari kedatangan penjelajah dunia Juan Sebastián Elcano dan Ferdinand Magellan dalam pencarian rempah-rempah hingga sejarah Sultan Zainal Abidin Syah yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

 

“Tidore memiliki nilai sejarah yang kuat dan menjadi bagian penting dalam perjalanan perdagangan rempah dunia,” ujar Daud dalam keterangan resminya, Rabu (13/5/2026).

 

Selain wisata sejarah, Tidore juga dikenal memiliki kekayaan budaya yang masih terjaga hingga kini. Warisan budaya Kesultanan Tidore bahkan telah masuk kategori Warisan Budaya Takbenda (WBTB).

 

Tak hanya itu, berbagai situs benteng peninggalan kolonial Spanyol, tradisi adat tahunan, seni budaya lokal hingga kuliner khas seperti puta dino turut menjadi daya tarik wisata budaya di Tidore.

 

Sementara pada sektor wisata bahari, Tidore memiliki sejumlah destinasi penyelaman yang dinilai tidak kalah menarik dibanding daerah wisata lainnya di Indonesia.

 

Daud menyebut kawasan perairan Pulau Mare memiliki keindahan bawah laut yang eksotis serta menyimpan berbagai artefak bersejarah yang potensial dikembangkan sebagai wisata bahari unggulan.

 

Dalam pengembangan pariwisata, Disbudpar Tidore juga menyoroti pentingnya tiga unsur utama, yakni atraksi, aksesibilitas, dan amenitas.

 

Menurutnya, sektor amenitas atau fasilitas penunjang wisata di Tidore masih perlu diperkuat, terutama terkait jumlah hotel dan penginapan yang masih terbatas.

 

Sedangkan dari sisi aksesibilitas, transportasi laut maupun darat dinilai sudah cukup mendukung aktivitas wisatawan.

 

“Untuk atraksi wisata, perlu diperkuat melalui storytelling agar promosi wisata berbasis sejarah dan budaya menjadi lebih menarik dan mudah dikenal wisatawan,” jelasnya.

 

Daud menambahkan, pengembangan kebudayaan tidak hanya menjadi pendukung sektor pariwisata, tetapi juga berpotensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id