Bagi Celsia, keberadaan usaha tersebut kini memiliki arti lebih luas. Bukan sekadar tempat untuk memperoleh penghasilan, tetapi juga menjadi ruang kerja bagi 10 orang yang setiap hari ikut menjalankan proses produksi.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan bahan bangunan, usaha batu bata tradisional di Dusun Sumber Pandan masih bertahan dengan cara yang sama: bekerja, menunggu proses, dan menjaga kualitas.
Dari tanah yang dicetak, bata yang dijemur, hingga panas tungku pembakaran, semuanya menjadi bagian dari perjalanan usaha yang telah dimulai sejak 1999.
Lebih dari 25 tahun kemudian, bara di tungku itu masih menyala. Dan selama masih ada permintaan, Celsia bersama keluarganya memilih untuk terus menjaga usaha tersebut tetap hidup.













