MOJOKERTO, LenteraInspiratif.id — Sebanyak 42 pemegang saham produk air minum dalam kemasan (AMDK) TRISI mempercayakan pengelolaan bisnis kepada PT Nasri Barokah Jaya yang dipimpin Moch. Rizky Fauzi Pancasilawan. Mandat tersebut ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqien, Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (3/10/2026).
Para pemegang saham TRISI berasal dari beragam latar belakang, mulai dari kiai Nahdlatul Ulama (NU), pengasuh pondok pesantren, akademisi, pengusaha hingga tokoh masyarakat. Melalui keputusan tersebut, manajemen PT Nasri Barokah Jaya mendapat tanggung jawab mengembangkan usaha, memperkuat tata kelola, dan memperluas jaringan pemasaran TRISI.
Kepercayaan Pemegang Saham kepada Rizky Fauzi
Salah satu pemegang saham TRISI, KH. Makrus Ali, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Muttaqien, menyatakan keyakinannya terhadap pengalaman Rizky Fauzi dalam menjalankan tanggung jawab pengelolaan perusahaan.
“Mas Rizky mempunyai pengalaman panjang sebagai konsultan hukum berbagai perusahaan. Saya yakin beliau bisa menjalankan TRISI dengan baik dan sukses ke depannya,” ujar KH. Makrus Ali.
Dukungan juga disampaikan Gus Ali Mohamad Nasih, pemegang saham lainnya yang pernah menjabat sebagai Ketua PC GP Ansor periode 2017–2021. Ia berharap kepemimpinan baru dapat membawa TRISI bersaing dengan merek air minum lainnya sekaligus menerapkan pengelolaan perusahaan yang transparan.
“Harapan besar kami, Mas Rizky dengan ide dan gagasan kreatifnya mampu membawa TRISI menjadi sebuah produk air minum yang bisa bersaing dengan brand lainnya, dan mampu menjalankan manajemen dengan baik dan transparan,” ungkap Gus Ali Mohamad Nasih.
Distribusi dan Pemasaran Jadi Fokus Pengembangan
Menanggapi mandat tersebut, Rizky Fauzi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemegang saham. Ia menyebut pengelolaan profesional dan peningkatan kinerja menjadi tanggung jawab yang harus diwujudkan oleh manajemen.
“Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pemegang saham TRISI atas kepercayaan yang diberikan kepada saya dan PT Nasri Barokah Jaya. Ini merupakan amanah besar yang harus kami jawab melalui kerja nyata, pengelolaan yang profesional, serta pencapaian kinerja perusahaan yang terus meningkat,” ujar Rizky.
Menurut Rizky, strategi awal akan diarahkan pada penguatan sistem distribusi, peningkatan efektivitas pemasaran, dan perluasan kemitraan. Manajemen juga akan mendorong produktivitas penjualan serta memperluas jaringan pasar.
“Kami tidak ingin perusahaan hanya berjalan secara rutin tanpa arah pertumbuhan yang jelas. Kami akan melakukan akselerasi bisnis dengan memperluas jaringan pasar, meningkatkan produktivitas penjualan, memperkuat hubungan dengan mitra distribusi, serta memastikan setiap langkah usaha memiliki dampak terhadap pertumbuhan omzet dan keberlanjutan perusahaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pertumbuhan penjualan perlu diimbangi pengelolaan keuangan yang sehat, efisiensi operasional, dan transparansi manajemen.
“Pertumbuhan omzet harus berjalan beriringan dengan kesehatan arus kas, efisiensi operasional, dan transparansi manajemen. Kami ingin membangun TRISI menjadi bisnis yang tumbuh cepat, tetapi tetap sehat secara keuangan dan mampu memberikan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham,” tambahnya.
Susunan Tujuh Direksi Pengelola TRISI

Untuk mendukung pengelolaan perusahaan, dibentuk struktur manajemen dengan tujuh direktur yang memiliki bidang tanggung jawab berbeda. Susunan tersebut mencakup kepemimpinan utama, operasional dan logistik, teknologi informasi, keuangan, pengendalian mutu dan kemitraan, administrasi, serta pemasaran.
Berikut susunan direksi pengelola TRISI melalui PT Nasri Barokah Jaya:
- Direktur Utama: Moch. Rizky Fauzi Pancasilawan, S.H., M.HP., C.C.D., C.R.M.O.
- Direktur Operasional dan Logistik: Nanang Andrianto.
- Direktur Tech dan IT: Anang Ade Candra, S.E.
- Direktur Keuangan: Ida Susantiningsih, S.E.
- Direktur Quality Control dan Kemitraan: Jianto, S.T.
- Direktur Administrasi: Umi Hanifah.
- Direktur Pemasaran: Sindu Hermada, S.T.
Pembagian tugas tersebut ditujukan untuk memperjelas tanggung jawab di setiap bidang. Operasional dan logistik menangani distribusi serta rantai pasok, sedangkan teknologi informasi mendukung sistem bisnis. Bidang keuangan berfokus pada pengelolaan arus kas dan pelaporan, sementara pengendalian mutu, kemitraan, administrasi, dan pemasaran mendukung kegiatan usaha sesuai fungsi masing-masing.
Pengalaman Hukum dan Organisasi
Sebelum dipercaya memimpin pengembangan TRISI, Rizky Fauzi dikenal sebagai advokat dan konsultan hukum yang memberikan pendampingan kepada sejumlah perusahaan. Ia juga pernah menjadi anggota DPRD Kota Mojokerto periode 2019–2024.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari latar belakang profesional Rizky dalam menjalankan tanggung jawab baru di bidang bisnis. Namun, pengembangan TRISI tetap akan bergantung pada pelaksanaan strategi, efektivitas manajemen, dan kemampuan perusahaan membangun pasar.
TRISI Bidik Pasar Pesantren hingga Korporasi
TRISI mengangkat potensi mata air Jolotundo di kawasan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Produk tersebut diproduksi melalui kerja sama maklon dengan CV Faccyndo Tirta Pratama, sedangkan pengelolaan bisnis dan distribusinya dipercayakan kepada PT Nasri Barokah Jaya.
Dalam pengembangan pasar, perusahaan membidik sejumlah segmen, antara lain pondok pesantren, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, komunitas, perkantoran, dan sektor korporasi. Perluasan jaringan agen, reseller, serta mitra distribusi juga menjadi bagian dari strategi yang disiapkan.
Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas jangkauan penjualan dan membangun basis pelanggan secara berkelanjutan. Di tengah persaingan industri AMDK, perusahaan juga menghadapi tantangan untuk memperkuat identitas merek, menjaga konsistensi kualitas produk, meningkatkan pelayanan pelanggan, dan mengendalikan biaya distribusi.
Kepercayaan 42 pemegang saham menjadi landasan bagi PT Nasri Barokah Jaya untuk menjalankan pengembangan TRISI. Tantangan selanjutnya adalah menerjemahkan mandat tersebut menjadi pertumbuhan penjualan, pengelolaan yang transparan, dan kinerja usaha yang terukur.








