Tips

Air Mineral vs Demineral: Kenali Perbedaan Kandungan, Manfaat, dan Penyesuaian bagi Kesehatan Ginjal

×

Air Mineral vs Demineral: Kenali Perbedaan Kandungan, Manfaat, dan Penyesuaian bagi Kesehatan Ginjal

Sebarkan artikel ini

JAKARTA — Sekilas, seluruh air minum dalam kemasan yang beredar di pasaran nampak tidak berbeda. Namun, dari kacamata medis dan nutrisi, air mineral dan air demineral (air murni) memiliki karakteristik serta peruntukan fungsi yang sangat berbeda bagi tubuh manusia.

pembeda mendasar dari kedua jenis air tersebut terletak pada keberadaan mineral terlarut di dalamnya. Berdasarkan studi dari Universitas Indonesia, air mineral alami umumnya mempertahankan kandungan senyawa esensial seperti kalsium, magnesium, natrium, dan kalium. Sementara itu, air demineral telah melewati serangkaian proses pemurnian teknologi (seperti reverse osmosis atau penyulingan) untuk mereduksi atau menghilangkan hampir seluruh deposit mineralnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa konsumsi air mineral berkontribusi sebagai sumber sekunder penyerapan nutrisi harian. Kandungan magnesium dalam air mineral berkualitas, misalnya, mampu menyumbang sekitar 6 hingga 17 persen dari total kebutuhan magnesium harian tubuh. Meskipun pasokan nutrisi utama tetap dipenuhi lewat makanan padat, keberadaan mineral terlarut dalam air membantu memelihara kerapatan tulang dan fungsi kerja otot.

Di sisi lain, hilangnya kandungan mineral pada air demineral bukan berarti membuat jenis air ini tidak aman atau tidak layak konsumsi. Karakteristik air demineral yang benar-benar murni tanpa beban mineral tambahan sering kali direkomendasikan secara khusus untuk kondisi medis tertentu, seperti pasien dengan gangguan penurunan fungsi ginjal (Chronic Kidney Disease). Penyesuaian beban mineral pada asupan cairan dapat membantu mengurangi kerja filtrasi organ ginjal yang sensitif.

Para pakar kesehatan menyimpulkan bahwa tidak ada predikat mutlak mana yang lebih unggul secara umum. Bagi individu dengan kondisi fisik sehat, asupan mineral dari air maupun makanan seimbang merupakan pilihan ideal. Namun, bagi masyarakat dengan kondisi atau riwayat medis khusus, penentuan jenis air yang dikonsumsi sebaiknya disesuaikan dengan anjuran dokter spesialis atau ahli gizi.

Pewarta : mia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id
WDMAHJONG WDMAHJONG WDMAHJONG WDMAHJONG WDMAHJONG WDMAHJONG BANDAR80 BANDAR80 BANDAR80 BANDAR80 BANDAR80 BANDAR80 ZONATUAN ZONATUAN