Kota Mojokerto | lenterainspiratif.id – Ketua Tim Inovasi, Ida Ayu Rachmawati memberikan sosialisasi tentang program inovasi “PUTRI CEMPO” dalam upaya menekan dan meamnfaatkan limbah agar bernilai guna yang berlangsung di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto pada Jumat (25/04/2025).
Inovasi sederhana namun berdampak besar ditunjukkan SDN Purwotengah melalui program PUTRI CEMPO (Pengolahan Pupuk Terbuat dari Cangkang Telur Ayam Purwotengah). Program ini berhasil mengubah limbah cangkang telur yang selama ini terbuang menjadi produk pupuk organik yang bermanfaat sekaligus bernilai ekonomis.
Inovasi ini terbukti mampu menekan limbah organik sekaligus meningkatkan keterampilan siswa secara signifikan dalam waktu relatif singkat.
Program ini dilatarbelakangi oleh tingginya volume limbah cangkang telur dari kantin sekolah dan lingkungan sekitar yang sebelumnya tidak terkelola. Berdasarkan hasil identifikasi awal, rata-rata limbah cangkang telur mencapai 3–5 kg per minggu. Setelah program berjalan, sebanyak ±70% limbah berhasil diolah menjadi pupuk organik kering dan cair.
Melalui proses pengeringan, penghalusan, dan fermentasi, inovasi ini mampu menghasilkan rata-rata: 10–15 kemasan pupuk organik kering per minggu
5–10 botol pupuk organik cair hasil fermentasi Pemanfaatan langsung pada area kebun sekolah seluas ±100 m²
Kepala SDN Purwotengah, ibu Endang Pujiastutik,S.Pd,M.Pd menyampaikan bahwa inovasi ini dirancang sebagai solusi terpadu berbasis pembelajaran.
“PUTRI CEMPO bukan sekadar pengolahan limbah, tetapi media pembelajaran nyata yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sains, dan kewirausahaan. Dampaknya tidak hanya pada kebersihan lingkungan, tetapi juga pada peningkatan kompetensi siswa,” ujarnya.
Dari sisi pendidikan, program ini melibatkan secara aktif ±90 siswa kelas 5 dan 6 sebagai pelaksana utama 100% guru kelas tinggi dalam integrasi pembelajaran Terintegrasi dalam Projek P5, IPAS, dan kewirausahaan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan 80% siswa memahami konsep daur ulang limbah organik, 75% siswa mampu mempraktikkan pembuatan pupuk secara mandiri, 65% siswa menunjukkan minat terhadap kewirausahaan sederhana.
Selain dimanfaatkan untuk kebutuhan internal, produk PUTRI CEMPO juga mulai dikembangkan sebagai media pembelajaran kewirausahaan.
Siswa dilatih dalam proses pengemasan, penentuan harga, hingga simulasi pemasaran.
Dari sisi lingkungan, inovasi ini memberikan dampak nyata:
Penurunan volume limbah organik sekolah secara signifikan
Lingkungan sekolah menjadi lebih bersih dan tertata
Peningkatan kesuburan tanaman di kebun sekolah
Untuk mendukung transparansi dan replikasi, seluruh kegiatan didokumentasikan dan dipublikasikan melalui media digital sekolah.
Data produksi, kegiatan, dan capaian program dicatat secara berkala sebagai bagian dari sistem monitoring dan evaluasi.
Dengan capaian tersebut, PUTRI CEMPO menunjukkan bahwa inovasi sederhana dapat memberikan dampak yang terukur, cepat, dan berkelanjutan. Program ini menjadi contoh praktik baik yang tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga membentuk karakter siswa yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing.













