Pendidikan

Sinergi Hijau di Jantung Kota: SDN Balongsari 3 Mojokerto Sulap Lahan Sempit Jadi Kebun Produktif Melaui Inovasi Tabulampot

×

Sinergi Hijau di Jantung Kota: SDN Balongsari 3 Mojokerto Sulap Lahan Sempit Jadi Kebun Produktif Melaui Inovasi Tabulampot

Sebarkan artikel ini

Sinergi Hijau di Jantung Kota: SDN Balongsari 3 Mojokerto Sulap Lahan Sempit Jadi Kebun Produktif Melaui Inovasi Tabulampot

Mojokerto | lenterainspiratif.id – Di tengah keterbatasan lahan dan meningkatnya kebutuhan akan edukasi lingkungan yang aplikatif, SDN Balongsari 3 menghadirkan program inovatif Sekolah Tabulampot (Tanaman Buah dan sayur dalam Pot). Program ini lahir dari semangat untuk mengajarkan siswa pentingnya menjaga lingkungan, mengenal tanaman buah dan sayur, serta membangun ketahanan pangan sejak dini.

Tabulampot menjadi solusi kreatif dalam memanfaatkan lahan sempit di lingkungan sekolah untuk budidaya tanaman buah dan sayur secara praktis dan menarik.

Selain sebagai media pembelajaran, kegiatan ini juga menanamkan nilai tanggung jawab, gotong royong, dan cinta alam. Inovasi ini menunjukkan bahwa SDN Balongsari 3 tidak hanya fokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga membentuk karakter peduli lingkungan melalui praktik langsung yang menyenangkan.

Program ini bukan sekadar penghijauan biasa, melainkan sebuah gerakan kolaboratif yang melibatkan seluruh elemen sekolah, mulai dari tenaga pendidik, kependidikan, siswa, serta peran aktif orang tua siswa yang tergabung dalam Paguyuban Walimurid, hingga kerjasama dengan dinas-dinas terkait yang ada hubungannya dengan program ini melalui MOU.

Dalam inovasi tabulampot, ada beberapa tahapan yang dilaksanakan untuk menunjang succes-nya inovasi tersebut. Tahapan di rencanakan sedemikian rupa mulai dari perencanaan program, mempersiapkan media dan peralatan yang mau dipakai, pembibitan, penanaman, pemeliharaan rutin hingga masa pemanenan.

Semua kegiatan tersebut di laksanakan sesuai dengan jadwal yang sudah di buat dengan harapan semua kegiatan bisa terarah dan bisa melibatkan semua element dalam pelaksanaannya sehingga tidak mengganggu tugas utama disekolah. Ibu Lely Edna dwi Yani, S.Pd selaku kepala Sekolah SDN Balongsari 3 sangat mendukung program tersebut karena beliau memiliki perencanaan yang lain terhadap adanya program ini yaitu memprogramkan sedekah bibit dari hasil inovasi kedaerah sekitar Balongsari (Lingkungan sekitar sekolah).

lely Edna Dwiyani, S.Pd selaku Kepala SDN Balongsari 3 menambahkan bahwa kekuatan utama dari program Tabulampot ini terletak pada sinergi antar lini. Paguyuban walimurid memegang peranan krusial, mulai dari pengadaan bibit unggul, penyediaan media tanam, hingga pendampingan dalam perawatan rutin.

“Inovasi ini adalah bukti bahwa pendidikan lingkungan bukan hanya tanggung jawab guru di kelas. Dukungan luar biasa dari paguyuban walimurid membuat sekolah kami kini dipenuhi tanaman cabai, tomat, terong, hingga berbagai sayuran organic lainnya yang tumbuh subur di dalam pot,” ungkapnya.

Ketua Paguyuban SDN Balongsari 3 juga menjelaskan bahwa orang tua sangat antusias karena dampak positifnya langsung dirasakan oleh anak-anak. “Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar secara akademis, tapi juga peduli pada kelestarian lingkungan. Dengan Tabulampot, mereka bisa melihat langsung dari mana sumber pangan sehat berasal,” ujarnya.

Melalui inovasi Tabulampot ini, SDN Balongsari 3 berharap dapat menjadi pelopor sekolah hijau di Kota Mojokerto. Selain mempercantik estetika sekolah, hasil panen dari program ini nantinya diharapkan dapat dinikmati bersama melalui program SEGARSARI (Sedekah sayur segar balongsari) maupun sebagai simbol keberhasilan kerja keras kolektif.

Dengan semangat kebersamaan ini, SDN Balongsari 3 membuktikan bahwa “Tangan Dingin” kolaborasi antara sekolah dan orang tua mampu mengubah sudut-sudut beton menjadi oase yang menyejukkan mata dan hati. ( Roe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id