BeritaJawa Timur

Pemkot Mojokerto Gencarkan Kampanye Hidup Sehat Ibu Hamil untuk Cegah Stunting

×

Pemkot Mojokerto Gencarkan Kampanye Hidup Sehat Ibu Hamil untuk Cegah Stunting

Sebarkan artikel ini
Pemkot Mojokerto Gencarkan Kampanye Hidup Sehat Ibu Hamil untuk Cegah Stunting

Lenterainspiratif.id | Kota Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus menggencarkan kampanye hidup sehat bagi ibu hamil sebagai upaya mencegah stunting dan menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

 

Kampanye tersebut digelar melalui kegiatan edukasi kesehatan ibu hamil di ruang Sabha Mandala Madya Balai Kota Mojokerto, Rabu (20/5/2026), yang diikuti perwakilan ibu hamil se-Kota Mojokerto.

 

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan kualitas generasi masa depan ditentukan sejak masa kehamilan. Menurutnya, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia unggul untuk mewujudkan cita-cita menjadi negara maju pada tahun 2045.

 

“Indonesia Emas 2045 kuncinya ada pada generasi emas atau SDM unggul. Sebesar apa pun kekayaan alam Indonesia tidak akan mampu menghantarkan bangsa ini menjadi negara maju jika tidak didukung generasi yang sehat dan berkualitas,” tutur Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.

 

Ia menegaskan, pencegahan stunting harus dimulai sejak dini melalui pemenuhan gizi dan edukasi kesehatan bagi ibu hamil. Karena itu, Pemkot Mojokerto terus memperkuat pendampingan serta pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak.

 

“Kita tidak akan bisa mewujudkan generasi emas jika masih banyak bayi mengalami stunting. Karena itu pencegahannya harus dimulai sejak masa kehamilan,” tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kota Mojokerto, dr. Achmad Rheza mengatakan edukasi kesehatan ibu hamil menjadi bagian penting dalam upaya menekan angka stunting di Kota Mojokerto.

 

Menurutnya, pemahaman ibu hamil terkait pola makan sehat, pemeriksaan rutin kehamilan, hingga pemenuhan gizi seimbang sangat menentukan tumbuh kembang bayi sejak dalam kandungan.

 

“Kami terus melakukan pendampingan kepada ibu hamil melalui puskesmas, posyandu, dan tenaga kesehatan agar kondisi kesehatan ibu dan janin tetap terpantau dengan baik,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, kampanye hidup sehat tersebut juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan sebagai fase krusial dalam mencegah stunting.

 

“Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan saat anak sudah besar. Upaya itu harus dimulai sejak calon ibu hamil, masa kehamilan, hingga anak lahir dan tumbuh,” katanya.

 

Melalui kampanye tersebut, Pemerintah Kota Mojokerto berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan bayi semakin meningkat demi menciptakan generasi yang sehat, unggul, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (Roe/adv)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id