Lingkungan

Kemenhut Evakuasi 100 Satwa Terdampak Karhutla di Enam Provinsi, Delapan Ditemukan Mati

×

Kemenhut Evakuasi 100 Satwa Terdampak Karhutla di Enam Provinsi, Delapan Ditemukan Mati

Sebarkan artikel ini

JAKARTA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengancam keselamatan masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap keberlangsungan satwa liar. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat sedikitnya 100 individu satwa liar telah ditangani dan dievakuasi dari sejumlah wilayah terdampak karhutla di enam provinsi.

 

Namun, dari jumlah tersebut, delapan satwa ditemukan dalam kondisi mati akibat terdampak langsung kebakaran.

 

Penanganan satwa terdampak karhutla dilakukan di enam provinsi yang menjadi wilayah prioritas penanganan, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

 

Satwa yang berhasil diselamatkan didominasi sejumlah jenis yang memiliki status konservasi penting. Orangutan tercatat menjadi satwa terbanyak yang ditangani dengan jumlah 53 ekor, kemudian trenggiling sebanyak 16 ekor.

 

Selain kedua satwa tersebut, petugas juga menemukan dan menangani sejumlah jenis lainnya, seperti kukang, kucing kuwuk, bekantan, hingga beberapa jenis reptil termasuk ular.

 

Proses penyelamatan dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di masing-masing wilayah bersama tim gabungan dan mitra konservasi.

 

Kondisi satwa yang ditemukan cukup beragam. Sejumlah satwa mengalami gangguan pernapasan akibat terpapar asap tebal, dehidrasi hingga luka bakar yang diduga berkaitan dengan kebakaran.

 

Satwa yang berhasil dievakuasi kemudian tidak langsung dikembalikan ke habitatnya. Tim melakukan pemeriksaan dan memberikan perawatan medis serta rehabilitasi sesuai kondisi masing-masing satwa.

 

Setelah menjalani perawatan, sebagian satwa yang kondisinya telah membaik dan dinyatakan sehat mulai dilepasliarkan kembali ke habitat yang dinilai aman dari ancaman kebakaran.

 

Kementerian Kehutanan juga terus menyiagakan Tim Satgas Penanganan Karhutla untuk melakukan pemantauan dan penanganan di wilayah yang memiliki potensi kebakaran.

 

Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan rawan karhutla turut diimbau untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Selain berisiko menimbulkan kebakaran yang meluas, aktivitas tersebut juga dapat mengancam habitat dan keselamatan satwa liar.

 

Kemenhut juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada BKSDA terdekat apabila menemukan satwa liar yang keluar dari kawasan hutan, terutama jika satwa tersebut terlihat mencari tempat berlindung akibat kebakaran.

 

Langkah cepat masyarakat dan petugas di lapangan dinilai penting untuk memberikan pertolongan kepada satwa yang terdampak sekaligus mencegah jatuhnya korban satwa liar akibat karhutla.

 

Pewarta: Mia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id