SURABAYA — Harga sejumlah bahan pokok di Jawa Timur relatif stabil pada Sabtu (19/9/2026). Berdasarkan data harga rata-rata tingkat konsumen Jawa Timur per pukul 11.21 WIB, sebagian besar komoditas tidak mengalami perubahan dibandingkan harga sebelumnya.
Meski demikian, sejumlah komoditas masih mencatat pergerakan harga. Salah satunya kelompok cabai yang seluruhnya mengalami kenaikan.
Harga cabai merah keriting naik Rp274 menjadi Rp37.442 per kilogram atau 0,74 persen. Cabai merah besar juga naik Rp132 menjadi Rp25.756 per kilogram atau 0,52 persen.
Sementara harga cabai rawit merah naik Rp256 menjadi Rp63.570 per kilogram atau 0,40 persen.
Di kelompok beras, harga beras premium tetap Rp15.109 per kilogram. Begitu pula beras medium yang bertahan di Rp13.017 per kilogram.
Harga gula kristal putih mengalami kenaikan tipis Rp4 menjadi Rp17.284 per kilogram atau 0,03 persen.
Minyak goreng juga relatif stabil. Harga minyak goreng curah tetap Rp20.468 per kilogram, sedangkan MINYAKITA bertahan di Rp16.084 per liter.
Minyak goreng kemasan premium naik tipis Rp9 menjadi Rp22.102 per liter atau 0,04 persen. Sementara minyak goreng kemasan sederhana turun Rp5 menjadi Rp18.857 per liter atau 0,03 persen.
Pada komoditas daging, harga daging sapi paha belakang turun Rp44 menjadi Rp131.884 per kilogram atau 0,03 persen. Daging ayam ras juga turun tipis Rp7 menjadi Rp39.095 per kilogram atau 0,02 persen.
Harga daging ayam kampung tidak berubah dan tetap Rp69.557 per ekor. Telur ayam ras naik tipis Rp2 menjadi Rp24.920 per kilogram, sedangkan telur ayam kampung tetap Rp45.637 per kilogram.
Komoditas susu juga cenderung stabil. Harga susu kental manis merek Bendera dan Indomilk masing-masing bertahan di Rp12.484 dan Rp12.433 per kemasan 370 gram.
Harga susu bubuk merek Bendera tetap Rp41.799 per dus 400 gram, sementara susu bubuk Indomilk bertahan di Rp40.512.
Pada kelompok kedelai, harga kedelai impor turun Rp3 menjadi Rp12.633 per kilogram atau 0,02 persen. Sebaliknya, kedelai lokal naik Rp9 menjadi Rp13.135 per kilogram atau 0,07 persen.
Harga bawang merah turun Rp26 menjadi Rp26.046 per kilogram atau 0,10 persen. Bawang putih Sinco/Honan justru naik Rp8 menjadi Rp28.924 per kilogram atau 0,03 persen.
Di kelompok sayuran, harga tomat merah naik Rp27 menjadi Rp6.860 per kilogram atau 0,39 persen. Wortel turun Rp31 menjadi Rp14.616 per kilogram atau 0,21 persen, sedangkan buncis turun Rp9 menjadi Rp14.823 per kilogram.
Harga kol/kubis dan kentang tidak mengalami perubahan, masing-masing tetap Rp7.997 dan Rp15.714 per kilogram.
Pada kelompok ikan segar, ikan kembung mengalami kenaikan Rp74 menjadi Rp36.290 per kilogram atau 0,20 persen. Ikan tuna naik Rp16 menjadi Rp41.091 per kilogram, sedangkan ikan tongkol naik Rp18 menjadi Rp35.300 per kilogram.
Harga ikan bandeng tetap Rp35.258 per kilogram dan ikan cakalang bertahan di Rp35.861 per kilogram.
Harga sejumlah bahan bangunan juga relatif stabil. Kayu balok meranti tetap Rp100.383 per batang, papan meranti Rp107.689 per lembar, dan triplek 6 mm Rp76.680 per lembar.
Seluruh jenis besi beton dalam data juga tidak mengalami perubahan. Harga besi beton 6 mm tetap Rp30.713 per batang, 8 mm Rp48.561, 10 mm Rp70.848, dan 12 mm Rp100.474 per batang.
Harga seluruh jenis paku serta gas Elpiji 3 kilogram juga tercatat stabil.
Kelompok pupuk juga tidak mengalami perubahan. Harga pupuk KCL non subsidi tetap Rp10.628 per kilogram, NPK Rp14.043, SP 35 Rp7.799, Urea Rp8.755, dan ZA Rp6.711 per kilogram.
Secara umum, harga bahan pokok Jawa Timur pada 19 September 2026 relatif stabil. Pergerakan paling terlihat terjadi pada kelompok cabai, dengan seluruh jenis cabai dalam data mengalami kenaikan harga dibandingkan periode sebelumnya.












