BeritaJawa Timur

DPUPR Perakim Rawat 72 Titik IPAL Komunal, Sanitasi Warga Kota Mojokerto Terjaga

×

DPUPR Perakim Rawat 72 Titik IPAL Komunal, Sanitasi Warga Kota Mojokerto Terjaga

Sebarkan artikel ini

MOJOKERTO, LenteraInspiratif.id – Pemerintah Kota Mojokerto terus menjaga keberlangsungan fasilitas sanitasi lingkungan dengan melakukan perawatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal yang tersebar di sejumlah wilayah.

 

Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perakim) Kota Mojokerto, perawatan dilakukan secara berkala untuk memastikan fasilitas pengolahan limbah tersebut tetap berfungsi optimal.

 

Kepala Bidang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PKP) DPUPR Perakim Kota Mojokerto, Indra Suryadiansyah, menyebut saat ini terdapat 72 titik IPAL komunal yang dikelola pemerintah dan tersebar di berbagai kelurahan.

 

Menurutnya, keberadaan IPAL komunal memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan sanitasi masyarakat. Setiap titik IPAL setidaknya dapat melayani limbah rumah tangga dari sekitar 50 kepala keluarga (KK).

 

“Pada hari ini, DPUPR Perakim Kota Mojokerto kembali melakukan kegiatan pengurasan dan penyedotan di salah satu titik IPAL. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah agar fungsi IPAL tetap maksimal,” ujar Indra, Rabu (16/9/2026).

 

Ia menjelaskan, kegiatan pengurasan dan penyedotan merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk menjaga sistem pengolahan limbah tetap berjalan sebagaimana mestinya. Perawatan diperlukan untuk mencegah terjadinya penumpukan kotoran maupun penyumbatan yang dapat mengganggu kinerja instalasi.

 

Indra mengatakan, idealnya perawatan dilakukan secara rutin tanpa harus menunggu adanya keluhan maupun pengajuan dari masyarakat. Karena itu, pihaknya juga melakukan pengecekan secara berkala terhadap sejumlah fasilitas IPAL yang berada di wilayah Kota Mojokerto.

 

“Kalau bisa itu rutin, berhubung ini juga ada pengajuan juga kan dari masyarakat,” imbuhnya.

 

Selain kondisi instalasi, DPUPR Perakim juga memberikan perhatian terhadap keberadaan pompa yang menjadi salah satu komponen penting dalam sistem IPAL.

 

Indra mencontohkan salah satu pompa yang ditemuinya saat kegiatan perawatan memiliki usia yang cukup panjang, yakni sekitar 4 tahun. Meski telah digunakan selama puluhan tahun, pompa tersebut masih mampu berfungsi dengan baik.

 

Menurutnya, kondisi tersebut tidak lepas dari kedisiplinan warga dalam melakukan perawatan. Ia mengaku sempat berbincang dengan salah seorang warga bernama Joni terkait kebiasaan merawat pompa IPAL.

 

“Kebetulan ke sini ini tadi umur pompanya alhamdulillah cukup lama, empat puluh empat tahunan. Saya juga tanya ke warga, Pak Joni tadi saya tanya, Pak ini rutin bersihkan pompanya? Iya Pak saya rutin tiap tiga bulan itu saya angkat saya bersihkan,” tuturnya.

 

Kebiasaan membersihkan pompa secara berkala dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat perangkat tersebut mampu bertahan dalam waktu lama.

 

Sebaliknya, pompa yang minim perawatan berpotensi lebih cepat mengalami kerusakan. Bahkan, dalam sejumlah pengecekan, petugas menemukan berbagai jenis benda yang seharusnya tidak dibuang ke saluran IPAL.

 

Salah satunya berupa potongan pakaian seperti celana jeans yang dapat menghambat kinerja pompa. Material tersebut berisiko menyumbat pompa karena komponen tersebut cukup sensitif terhadap benda-benda padat.

 

“Di sini itu ada kotoran kayak celana kain, pompa ini kan sensitif. Kalau tidak ada semangat untuk merawat ya akhirnya cepat kotor,” jelasnya.

 

Indra menegaskan, keberlangsungan IPAL komunal tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat sebagai pengguna juga memiliki peran penting dalam menjaga fasilitas tersebut.

 

Ia mengimbau warga untuk tidak membuang benda maupun material yang berpotensi menyumbat saluran serta melakukan pembersihan pompa secara berkala.

 

Dengan perawatan yang dilakukan secara konsisten, termasuk pembersihan sekitar tiga bulan sekali, fasilitas IPAL beserta pompanya diharapkan dapat memiliki usia pakai lebih panjang dan tetap mampu menunjang kebutuhan sanitasi masyarakat. (Roe/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id