MOJOKERTO, LenteraInspiratif.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR Perakim) Kota Mojokerto menyiagakan 21 Rumah Pompa Air (RPA) untuk mengantisipasi genangan selama musim hujan. Puluhan fasilitas tersebut ditempatkan di sejumlah kawasan yang selama ini rawan terdampak banjir.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto, Basuki, mengatakan rumah pompa tersebut difungsikan untuk membantu mengendalikan genangan, terutama di wilayah Meri, Ngaglik, dan Gunung Gedangan.
“Kita upayakan 21 rumah pompa ini sebagai kendali banjir. Di wilayah yang kita dirikan rumah pompa ini rata-rata di sekitar biasanya terjadi genangan seperti di Meri, Ngaglik, Gunung Gedangan,” ujarnya saat ditemui, Selasa (3/11/2026).
Sebanyak 21 rumah pompa itu tersebar di sejumlah titik, yakni RPA Letkol Sumarjo Rumah Dinas Wali Kota, Bhayangkara, Lingkungan Kuti Gunung Gedangan, Griya Permata Meri sisi utara dan barat, Gunung Anyar, Gunung Gedangan (Kedungturi), Miji Baru Gang III, Ngaglik, Kedung Kwali (TK Batik), Pahlawan, Gajah Mada, Meri-Dukuhan, Trenggilis (Perumdam), Kedungsari, Underpass Benpas, Prajurit, Bancang-Wates, Gedung MPP Gajahmada, Gedongan, dan Mentikan.
Untuk memastikan fasilitas tersebut dapat beroperasi saat dibutuhkan, Dinas PUPR Perakim menyiagakan operator di masing-masing rumah pompa. Mereka diminta bersiap ketika hujan deras turun, termasuk pada malam hari.
“Sekarang kita memasuki musim hujan. Oktober–November ini biasanya kita sudah menyiapkan rumah pompa itu. Kita minta para operator untuk stand by,” jelas Basuki.
Selain rumah pompa permanen, dinas juga menyiapkan empat unit pompa portabel yang ditempatkan di halaman kantor PUPR Perakim. Peralatan tersebut dapat dipindahkan ke lokasi yang membutuhkan penanganan genangan, terutama kawasan yang belum memiliki rumah pompa tetap.
“Kalau genangannya tinggi, kita bantu dengan pompa portable. Setiap laporan masuk, kita langsung kontak para operator pompa yang ada di sekitar lokasi,” tambahnya.
Anggaran Pengendalian Banjir Sekitar Rp6 Miliar
Basuki menyebut anggaran bidang Sumber Daya Air untuk sejumlah kegiatan, termasuk pengendalian banjir, mencapai sekitar Rp6 miliar. Anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk pemeliharaan rumah pompa, tetapi juga pembangunan saluran dan perbaikan infrastruktur pengairan.
Menurutnya, penanganan dilakukan dengan memperbaiki plengsengan yang rusak maupun membangun saluran permanen pada lokasi yang sebelumnya masih berupa saluran tanah.
“Tidak hanya untuk rumah pompa saja, artinya jika ada plengsengan yang ambrol kita bangun, kalau saluran masih berupa tanah kita betonisasi. Karena kita membidangi Sumber Daya Air, maka fokus kami adalah membenahi saluran-saluran yang rusak atau yang belum ada pengendali banjirnya,” paparnya.
Ia menilai keberadaan rumah pompa membantu mengurangi genangan di sejumlah kawasan rawan banjir. Namun, kemampuan penanganan tetap dipengaruhi intensitas hujan dan kondisi aliran air dari wilayah sekitar.
Basuki menjelaskan, ketika curah hujan ekstrem mencapai lebih dari 100 milimeter per hari, pompa tidak selalu mampu mengatasi seluruh genangan. Kondisi geografis Kota Mojokerto yang menerima aliran air dari wilayah kabupaten juga menjadi salah satu tantangan pengendalian banjir.
“Kita termasuk tengah, hulunya dari kabupaten, hilirnya juga kabupaten. Kita wilayahnya cekungan, kalau sama-sama deres kita nggak bisa ngatasin, tapi kalau hujannya normal, insyaallah kita bisa mengatasi dengan pompa,” ungkapnya.
Untuk menjaga kinerja fasilitas, Dinas PUPR Perakim juga melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan secara berkala. Apabila ditemukan pompa yang mengalami kerusakan atau tidak bekerja maksimal, petugas akan melakukan perbaikan agar fasilitas tersebut siap digunakan saat hujan deras. (Roe/adv)













