Mojokerto, LenteraInspiratif.id – Persaudaraan Setia Hati Winongo TUNAS MUDA (PSHW TM) Ranting Kemlagi membagikan takjil sebanyak 700 takjil, serta di ikut i rangkaian acara Reog Ponorogo Shatrio Tunas Mudho, Kamis (19/3). Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi PSHW TM dalam melestarikan budaya sekaligus berdampak positif bagi masyarakat.
Kegiatan ini diawali dengan pembagian takjil oleh Agus Dwi Saputra Ketua Ranting PSHW TM Ranting Kemlagi Mojokerto. Dengan di ikuti Rombongan 350 orang anggota pencak silat PSHW TM Ranting Kemlagi Mojokerto yang ada di lokasi. Setelah acara pembagian takjil selesai, dilanjut dengan pertunjukan Reog Satrio Tunas Mudho.
Ketua PSHW TM Ranting Kemlagi Mojokerto Agus Dwi Saputra menuturkan, lebih memperkuat keimanannya terhadap ibadah, serta mempererat tali persaudaraan, sehingga ajaran yang diajarkan di dalam PSHW TM Terpatri dalam jiwanya saudara-saudara PSHW TM. ’’Kegiatan ini untuk melestarikan budaya Indonesia. ujarnya.
Di penghujung kegiatan, pihaknya turut menekankan pada seluruh anggota agar tidak konvoi. Serta, tidak menggunakan atribut dalam perjalanan pulang sebagai bentuk kedisiplinan dan penghormatan terhadap aturan yang berlaku. ’’Kami ingatkan, setelah acara ini tidak ada konvoi dan juga supaya tidak memakai atribut selama perjalanan pulang,’’ ujarnya
Kapolsek Kemlagi Kabupaten Mojokerto, AKP Marianto mengapresiasi, kegiatan yang diinisiasi PSHW TM Ranting Kemlagi ini. Menurutnya, para pesilat PSHW TM telah terdidik dengan baik sejak usia dini dan berpeluang besar menjadi pemimpin masa depan. ’’Saya yakin panjenengan semua mentalnya sudah terdidik sejak usia dini. Saya yakin 10 atau 20 tahun ke depan panjenengan bisa menggantikan kita memimpin Kota Mojokerto,’’ sebut AKP Marianto
Dia juga mengingatkan, sebagai pesilat dan pendekar, anggota PSHW TM mesti tetap taat hukum serta menunjukkan sikap yang santun kepada masyarakat. ’’Panjenengan harus menunjukkan ke masyarakat, meskipun anda pesilat tetapi tidak arogan,’’ tambahnya. (Nva)













