JAKARTA, LenteraInspiratif.id — Terlalu banyak memikirkan sesuatu atau overthinking bisa membuat pikiran terasa penuh. Kekhawatiran mengenai masa depan, keraguan terhadap diri sendiri, hingga terus mengingat kesalahan yang sudah terjadi dapat menguras energi dan memengaruhi suasana hati.
Jika berlangsung terus-menerus, pola pikir negatif juga dapat berkaitan dengan meningkatnya stres dan gangguan pada kondisi emosional. Karena itu, mengelola pikiran menjadi bagian penting untuk menjaga keseimbangan mental.
Mengubah kebiasaan berpikir memang membutuhkan waktu. Namun, sejumlah langkah sederhana dapat dilakukan dalam aktivitas sehari-hari untuk membantu mengurangi pikiran negatif.
Berikut tujuh kebiasaan yang bisa dicoba:
1. Berhenti Terlalu Keras pada Diri Sendiri
Kesalahan kecil terkadang membuat seseorang langsung menyalahkan dirinya sendiri. Kebiasaan tersebut justru dapat memperburuk tekanan yang dirasakan.
Cobalah membangun self-compassion atau sikap lebih berbelas kasih kepada diri sendiri. Perlakukan diri sebagaimana ketika memberikan dukungan kepada teman yang sedang menghadapi masalah.
Kesalahan tidak selalu berarti kegagalan. Jadikan pengalaman tersebut sebagai bahan untuk memperbaiki diri.
2. Sisihkan Waktu untuk Bersantai dan Tertawa
Ketika pikiran mulai dipenuhi berbagai kekhawatiran, mengambil jeda dapat membantu mengurangi ketegangan.
Menonton tayangan komedi, mendengarkan podcast ringan, berbincang dengan teman atau melakukan aktivitas yang menyenangkan bisa menjadi pilihan.
Tidak harus selalu melakukan sesuatu yang besar. Aktivitas sederhana yang membuat suasana hati lebih baik juga dapat memberikan ruang bagi pikiran untuk beristirahat.
3. Jangan Abaikan Pola Makan
Kondisi tubuh dan suasana hati saling berkaitan. Ketika stres, seseorang bisa mengalami perubahan pola makan, baik makan berlebihan maupun justru kehilangan selera.
Karena itu, tetap perhatikan asupan makanan dan minuman. Pilih makanan yang bergizi dan usahakan jadwal makan tetap teratur.
Menikmati minuman hangat atau makanan yang disukai juga bisa menjadi bagian dari waktu bersantai, selama tetap memperhatikan pola makan secara keseluruhan.
4. Benahi Pola Tidur
Kurang tidur atau kebiasaan begadang dapat membuat tubuh dan pikiran tidak mendapatkan waktu pemulihan yang cukup. Kondisi tersebut juga dapat membuat seseorang lebih mudah merasa lelah dan emosional.
Mulailah membangun kebiasaan tidur yang lebih teratur. Salah satunya dengan mengurangi penggunaan ponsel atau perangkat elektronik menjelang waktu tidur.
Lingkungan tidur yang nyaman dan rutinitas yang konsisten dapat membantu tubuh bersiap untuk beristirahat.
5. Beri Jeda dari Media Sosial
Media sosial bisa menjadi sumber informasi dan hiburan, tetapi penggunaan berlebihan juga dapat membuat pikiran semakin sibuk.
Salah satunya karena kebiasaan membandingkan kehidupan pribadi dengan apa yang ditampilkan orang lain di dunia maya.
Cobalah mengurangi waktu menggunakan media sosial atau mengambil jeda secara berkala. Waktu tersebut dapat dialihkan untuk aktivitas lain seperti berjalan kaki, membaca, berbincang dengan keluarga atau mengerjakan hobi.
6. Tuangkan Isi Pikiran ke Dalam Tulisan
Ketika terlalu banyak hal memenuhi kepala, menuliskannya bisa menjadi salah satu cara untuk mengurai pikiran.
Tidak perlu membuat tulisan panjang. Cukup catat apa yang sedang dirasakan, hal yang membuat khawatir, atau persoalan yang sedang dihadapi.
Dengan menuliskannya, berbagai pikiran yang sebelumnya terasa bercampur dapat terlihat lebih terstruktur. Dari sana, seseorang bisa lebih mudah menentukan hal mana yang perlu diperhatikan dan mana yang sebenarnya berada di luar kendali.
7. Biasakan Mengingat Hal yang Patut Disyukuri
Pikiran negatif sering membuat perhatian hanya tertuju pada masalah. Untuk menyeimbangkannya, luangkan waktu untuk mengenali hal-hal positif yang masih dimiliki.
Setiap hari, misalnya sebelum tidur, catat beberapa hal sederhana yang patut disyukuri. Bisa berupa pekerjaan yang selesai, waktu bersama keluarga, pertemanan, kesehatan, atau sekadar kesempatan menikmati hari dengan tenang.
Kebiasaan tersebut dapat membantu mengarahkan perhatian pada sisi positif kehidupan tanpa mengabaikan persoalan yang sedang dihadapi.
Mengelola overthinking bukan proses yang bisa selesai dalam semalam. Dibutuhkan kebiasaan dan konsistensi untuk membangun pola pikir yang lebih sehat.
Jika pikiran negatif, kecemasan, atau tekanan emosional mulai mengganggu aktivitas sehari-hari secara terus-menerus, mencari bantuan dari tenaga profesional juga dapat menjadi pilihan.
Pewarta: Mia













