BeritaMaluku Utara

PKK Maluku Utara Gelar Rakon 2026, Perkuat Sinergi Program dan Kukuhkan Bunda Literasi

×

PKK Maluku Utara Gelar Rakon 2026, Perkuat Sinergi Program dan Kukuhkan Bunda Literasi

Sebarkan artikel ini

Ternate, LenteraInspiratif.id – Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Utara menggelar Rapat Konsultasi (Rakon) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan pengukuhan Bunda Literasi Provinsi dan Kabupaten/Kota di Ballroom Bella Hotel, Kelurahan Jati, Kota Ternate, Senin (11/5/2026).

 

Kegiatan bertema “Sinkronisasi Program Kerja dan Penguatan Sinergitas Tim Penggerak PKK Provinsi Dengan Kabupaten/Kota yang Adaptif Responsif Menuju Maluku Utara Bangkit” ini dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe, jajaran pengurus PKK, serta seluruh Ketua TP PKK kabupaten/kota se-Maluku Utara.

 

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Maluku Utara secara resmi membuka Rakon sekaligus mengukuhkan Bunda Literasi Provinsi Maluku Utara.

 

Ketua TP PKK Provinsi Maluku Utara, Hj. Rusni Sarbin, mengatakan pengukuhan Bunda Literasi menjadi langkah penting untuk memperkuat budaya literasi hingga tingkat daerah.

 

“Setelah saya dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Provinsi, selanjutnya kami juga mengukuhkan Bunda Literasi di 10 kabupaten/kota,” ujarnya.

 

Rusni menjelaskan, Rakon 2026 menjadi forum strategis untuk menyatukan arah program kerja PKK di seluruh wilayah Maluku Utara agar lebih efektif dan tepat sasaran.

 

“Pembahasan masih berlangsung di masing-masing Pokja untuk menyusun program yang selaras dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Maluku Utara, Dra. Hairiah, menegaskan bahwa Rakon tahunan ini fokus pada penguatan program pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta ketahanan keluarga.

 

“Dalam rapat ini kami mencari solusi terbaik terkait persoalan perempuan dan anak, sekaligus menyamakan persepsi terhadap 10 Program Pokok PKK,” jelasnya.

 

Menurut Hairiah, salah satu fokus utama adalah mengaktifkan kembali kelompok Dasawisma sebagai ujung tombak pembinaan keluarga di tingkat desa dan kelurahan.

 

“Kalau Dasawisma berjalan optimal, kualitas keluarga dan tumbuh kembang anak juga akan semakin baik,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, ketahanan keluarga menjadi pondasi utama dalam menciptakan generasi yang berkualitas dan harmonis di masa depan.

 

“Lingkungan keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Ketika keluarga harmonis, maka anak-anak juga akan tumbuh lebih baik,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id