BeritaJawa Timur

Penghulu dan Fotografer di Mojokerto Sempat Berselisih Saat Akad, Berakhir Saling Memaafkan

×

Penghulu dan Fotografer di Mojokerto Sempat Berselisih Saat Akad, Berakhir Saling Memaafkan

Sebarkan artikel ini

MOJOKERTO, LenteraInspiratif.id — Prosesi akad nikah di Mojokerto sempat diwarnai perselisihan antara seorang penghulu dan fotografer. Peristiwa tersebut terekam dalam video yang kemudian beredar di media sosial dan mendapat perhatian warganet.

Video perselisihan itu diunggah melalui akun TikTok @Shankara.project. Dalam rekaman tersebut terlihat terjadi perdebatan antara penghulu dengan fotografer bernama Arwani di tengah prosesi pernikahan.

Berdasarkan keterangan pengunggah, persoalan bermula ketika Arwani menyampaikan permintaan dari calon pengantin perempuan. Mempelai wanita disebut meminta izin untuk keluar sebentar setelah prosesi akad nikah selesai.

Namun, komunikasi tersebut kemudian berkembang menjadi perdebatan antara fotografer dan penghulu. Perselisihan itu berlangsung di hadapan keluarga serta tamu undangan yang hadir dalam acara pernikahan.

Video tersebut kemudian menyebar di media sosial dan memunculkan berbagai tanggapan dari warganet.

Setelah video ramai diperbincangkan, penghulu yang terlibat dalam peristiwa tersebut memberikan klarifikasi. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada Arwani dan menyebut kejadian tersebut terjadi karena adanya persoalan komunikasi.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya penghulu KUA yang sedang viral. Saya mohon maaf kepada Mas Arwani selaku saudara saya yang kurang komunikasi. Dalam hati saya tidak ada maksud saya menghina,” ungkapnya dalam video klarifikasi.

Ia juga mengaku menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat.

“Cuma saya berjanji ini adalah pengalaman saya yang akan bisa merubah dunia saya. Sampean adalah guru bagi saya yang mengingatkan saya untuk bisa berubah, melayani masyarakat,” imbuhnya.

Dengan adanya permintaan maaf dan klarifikasi tersebut, perselisihan antara penghulu dan fotografer itu akhirnya mereda. Keduanya memilih menyelesaikan persoalan secara baik-baik.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam prosesi pernikahan perlu dijaga agar setiap tahapan acara dapat berlangsung dengan baik.

Pewarta: Samsuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id