BeritaDaerah

Pemkot Mojokerto Bedah 116 Rumah Tak Layak Huni di 2026, Warga Mengaku Bersyukur

×

Pemkot Mojokerto Bedah 116 Rumah Tak Layak Huni di 2026, Warga Mengaku Bersyukur

Sebarkan artikel ini
Bedah rumah kota mojokerto
Rumah Bu sutilah penerima program bedah rumah sebelum dan sesudah

MOJOKERTO – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau bedah rumah. Pada tahun anggaran 2026, sebanyak 116 unit rumah warga yang tersebar di wilayah Kota Mojokerto dipastikan menerima bantuan pengerjaan fisik tersebut setelah lolos tahap verifikasi.

​Kepala Bidang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Kabid PKP) DPUPRPERAKIM Kota Mojokerto, Indra Suryadiansyah, menjelaskan bahwa alokasi bantuan tahun ini direalisasikan secara bertahap guna memastikan pengerjaan berjalan tepat sasaran.

​”Total program bedah rumah tahun 2026 ini ada 116 sasaran yang lolos verifikasi. Pelaksanaannya kami bagi menjadi dua tahap. Pencairan tahap pertama disalurkan untuk 63 sasaran, sedangkan sisanya pada tahap kedua yang saat ini masih terus berproses,” ujar Indra.

​Setiap unit rumah penerima manfaat mendapatkan total nilai bantuan sebesar Rp21 juta. Anggaran tersebut dialokasikan secara mendetail untuk pemenuhan material fisik dan insentif tenaga kerja.

​”Rinciannya, sebesar Rp17,5 juta dialokasikan untuk belanja material bangunan, dan Rp3,5 juta sisanya diperuntukkan bagi upah pekerja. Seluruh target penyelesaian fisik kami jadwalkan rampung maksimal pada November 2026,” tambah Indra.

​Manfaat dari program perbaikan hunian ini dirasakan langsung oleh masyarakat penerima Bantuan Sosial RTLH di berbagai kelurahan.

Salah satu penerima bantuan ​Januarto, warga Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, mengaku bangga dan gembira atas perhatian pemerintah daerah terhadap tempat tinggalnya. Ia menyampaikan apresiasinya secara mendalam kepada jajaran pimpinan daerah.

​”Terima kasih kepada Wali Kota Mojokerto, Ning Ita. Semoga program yang sangat bermanfaat seperti ini bisa terus berlanjut ke depannya,” ungkap Januarto.

​Nada penuh syukur senada disampaikan Supriono, warga Tirta Suam 1, Kecamatan Magersari. Ia mengaku kini bisa menempati rumah dengan rasa aman dan tenang bersama keluarga tanpa cemas saat hujan deras melanda.

​”Sekarang tinggal di rumah terasa sangat nyaman. Atap sudah tidak bocor, pintunya bagus, dan kondisinya betul-betul sangat layak huni,” ujar Supriono.

​Sementara itu, Sutilah, warga Sekarputih, Kecamatan Magersari, tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat menyaksikan hunian mewahnya berubah menjadi permanen. Rumah yang semula berdinding anyaman bambu kini telah kokoh bertembok semen.

​”Rumah saya yang dulu dindingnya dari bambu sekarang sudah tembok, atapnya juga tidak bocor lagi. Rasa terima kasih yang mendalam saya sampaikan kepada Ibu Wali Kota Ning Ita dan Pemkot Mojokerto yang sudah betul-betul memperhatikan kondisi warganya,” tutup Sutilah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id
WDMAHJONG WDMAHJONG WDMAHJONG WDMAHJONG WDMAHJONG WDMAHJONG BANDAR80 BANDAR80 BANDAR80 BANDAR80 BANDAR80 BANDAR80 ZONATUAN ZONATUAN