BeritaJawa Timur

Karhutla Pegunungan Anjasmoro Meluas, Jalur Pendakian Bukit Cendono Mojokerto Ditutup

×

Karhutla Pegunungan Anjasmoro Meluas, Jalur Pendakian Bukit Cendono Mojokerto Ditutup

Sebarkan artikel ini

LenteraInspiratif.id | Mojokerto — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Pegunungan Anjasmoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, masih belum sepenuhnya padam hingga Jumat (16/10/2026). Kebakaran yang merembet ke sejumlah perbukitan tersebut membuat jalur pendakian Bukit Cendono ditutup sementara demi keselamatan pengunjung.

 

Kebakaran pertama kali terpantau pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 17.30 WIB di kawasan Puthuk Kencur, Kecamatan Gondang, yang masuk wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo.

 

Api kemudian merambat ke sejumlah titik seiring kondisi vegetasi yang mengering dan embusan angin kencang. Situasi tersebut menyulitkan proses pemadaman, terutama di kawasan dengan medan terjal dan sulit dijangkau petugas.

 

Api Menjalar ke Empat Kawasan Perbukitan

 

Berdasarkan laporan perkembangan penanganan karhutla, titik kebakaran tersebar di sejumlah kawasan, meliputi Puthuk Kencur, Puthuk Duro, Puthuk Sembung, hingga Bukit Cendono.

 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, menjelaskan bahwa petugas gabungan terus berupaya memadamkan api di lokasi yang dapat dijangkau.

 

Kendati demikian, kondisi geografis Pegunungan Anjasmoro menjadi tantangan tersendiri. Sejumlah titik api berada di kawasan dengan medan curam sehingga tidak seluruh lokasi dapat ditangani secara langsung.

 

Hingga Kamis (15/10/2026) malam, pemadaman telah dilakukan di sejumlah titik yang memungkinkan untuk diakses. Sementara itu, kebakaran di lokasi lain masih memerlukan penanganan lebih lanjut.

 

Pendakian Bukit Cendono Ditutup

 

Dampak kebakaran turut memengaruhi aktivitas wisata alam di kawasan tersebut. Pengelola menutup sementara jalur pendakian Bukit Cendono yang berada di Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

 

Penutupan diberlakukan sejak Rabu (14/10/2026) sebagai langkah antisipasi untuk mencegah pendaki dan pengunjung terpapar bahaya kebakaran.

 

Masyarakat diimbau tidak memasuki kawasan pendakian selama proses pemadaman dan pemantauan masih berlangsung. Jalur tersebut baru dapat dibuka kembali setelah kondisi dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

 

Pemadaman Manual dan Pembuatan Sekat Bakar

 

Penanganan karhutla melibatkan petugas Tahura Raden Soerjo, BPBD Kabupaten Mojokerto, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta sejumlah unsur terkait.

 

Petugas melakukan pemadaman secara manual di titik-titik yang dapat dijangkau. Selain itu, pembuatan sekat bakar dilakukan untuk menghambat pergerakan api agar tidak menjalar ke area hutan lainnya.

 

Salah satu upaya pembuatan sekat bakar dilakukan di sekitar Pos 3 Bukit Cendono. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pengendalian kebakaran di tengah kondisi cuaca kering, angin kencang, dan medan yang terjal.

 

Hingga Jumat (16/10/2026), luas total kawasan hutan yang terdampak masih dalam proses pendataan. BPBD Kabupaten Mojokerto juga menyatakan belum menerima laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut.

 

Petugas gabungan masih melanjutkan pemantauan dan penanganan untuk mencegah api meluas ke kawasan lainnya.

 

Masyarakat, khususnya para pendaki, diminta mematuhi penutupan jalur Bukit Cendono serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran baru. Kewaspadaan bersama diperlukan untuk mendukung proses penanganan sekaligus menjaga keselamatan di kawasan Pegunungan Anjasmoro.

 

Pewarta: Alfin Al-Ahmadi Zain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id