MOJOKERTO, LenteraInspiratif.id — Sekitar 3.000 kacamata gratis ditargetkan dibagikan kepada masyarakat sepanjang 2026. Program sosial tersebut digelar Pengurus Daerah (Pengda) Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (Gapopin) Jawa Timur bersama Pemerintah Kota Mojokerto.
Pembagian kacamata gratis tersebut menyasar masyarakat dari berbagai lapisan, termasuk warga kurang mampu, pelajar, hingga kelompok masyarakat yang membutuhkan alat bantu penglihatan.
Kabid Organisasi dan Keanggotaan Pengda Gapopin Jatim, Agus Hernansyah, mengatakan salah satu kegiatan pembagian kacamata digelar di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Mojokerto. Sebanyak 200 kacamata disiapkan bagi karyawan Pemkot Mojokerto berstatus paruh waktu dan wartawan.
“Ini bukan sekadar pembagian kacamata. Kami juga memberikan edukasi tentang kesehatan mata dan mendorong masyarakat melakukan deteksi dini apabila mengalami gangguan penglihatan,” kata Agus.
Sebelumnya, program serupa menyasar warga kurang mampu di Kelurahan Kranggan. Pemilik Optik Fiqri, Meri, mengatakan sebanyak 109 warga miskin telah mendapatkan pemeriksaan mata dan bantuan kacamata pada September 2026.
Program pembagian kacamata gratis tersebut kembali digelar pada 6 Oktober 2026 di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto. Dalam kegiatan ini, Gapopin Jatim bersama Pemkot Mojokerto menargetkan sekitar 300 pelajar tingkat SD, SMP hingga SLTA sederajat.
Agus mengatakan pelajar menjadi salah satu sasaran penting dalam program tersebut. Pemeriksaan mata dilakukan untuk mengetahui gangguan penglihatan sejak dini, termasuk miopia atau rabun jauh.
“Kami hadir untuk deteksi dini bagi anak-anak kita. Harapannya, apabila ada miopia atau gangguan penglihatan lainnya, bisa diketahui lebih awal sehingga tidak berkembang secara progresif,” ujarnya.
Selain memberikan kacamata, kegiatan tersebut juga diisi dengan edukasi mengenai kesehatan mata. Gapopin Jatim mendorong masyarakat dan orang tua lebih memperhatikan kondisi penglihatan anak.
“Tujuannya adalah deteksi dini dan edukasi. Jangan sampai gangguan penglihatan yang sebenarnya bisa diketahui sejak awal justru dibiarkan dan kemudian mengganggu aktivitas anak,” pungkas Agus.
Melalui program tersebut, Gapopin Jatim berharap pembagian kacamata gratis dapat membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan mata dan melakukan pemeriksaan secara berkala.













