Kota Mojokerto | lenterainspiratif.id – Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, dr. Endah Sulistyowati dan Koordinator PSC 119, dr. Budi Darmawan pada tanggal 19 September 2025 memberikan Bimbingan Teknis Bantuan Hidup Dasar (BHD) kepada Saka Bakti Husada Kota Mojokerto guna melatih individu dalam memberikan pertolongan Pertama sebagai bentuk respon awal sebelum tim medis tiba guna meningkatkan keselamatan pasien.
Saka Bakti Husada merupakan salah satu relawan yang dilatih Bantuan Hidup Dasar dan Resusitasi Jantung Paru serta terhubung cepat dengan PSC
119 melalui telepon whatsapp. Dengan begitu masyarakat bukan hanya penerima Layanan tetapi juga penolong Pertama.
SebagaipenguatanfungsiPSC119ditingkatdaerah,DinasKesehatan PPKB Kota Mojokerto menggagas inovasi JENGGALA MOJO 119 (Jantung Hipertensi Terkendali dengan Relawan 119 Kota Mojokerto).
Inovasi ini dirancang untuk mempercepat respon pra-hospital melalui kolaborasi antara PSC, relawan terlatih Bantuan Hidup Dasar (BHD), prameswari, serta integrasi sistem komunikasi darurat 119 dan 112. Pendekatan ini menempatkanmasyarakat sebagai bagiandarisistem pertolongan pertama sebelum ambulans tiba, sehingga memperpendek jeda waktu kritis (golden period) dan meningkatkan peluang keselamatan pasien.
“Inovasi JENGGALAMOJO119 (Jantung Hipertensi Terkendali dengan Relawan 119 Kota Mojokerto) bertujuan mewujudkan sistem respons cepat kegawatdaruratan jantung dan hipertensi yang terintegrasi, kolaboratif, dan berbasis masyarakat. Secara khusus, inovasi ini diarahkan untuk menurunkan waktu tanggap layanan, meningkatkan kapasitas penolong pertama di tingkat komunitas, serta memastikan pasien risiko tinggi terpantau secara aktif melalui sistem data by name by address” ungkap Endah Sulistyowati.
Manfaat yang dihasilkan dari inovasi JENGGALA MOJO 119 yaitu menurunkan respon time kegawat daruratan jantung mendekati golden periode , pemberian pertolongan pre hospitalpada kegawatan jantung meningkat sehingga mengurangi angka kematian karena gawat jantung , selain itu ada data pasien by name by address yang harus di pantau oleh prameswari yang beresiko lebih tinggi pada kasus gawat jantung.
Adapun cara kerja inovasi JENGGALAMOJO119 antara lain:
PSC 119 bersama Dinas Kesehatan melakukan rekrutmen relawan berasal dari tokoh Masyarakat , petugas keamanan , kader kesehatan;
Relawan yang direkrut mengikuti pelatihan kegawatdaruratan jantung, Bantuan Hidup Dasar (BHD), serta simulasi penanganan kasus;
Prameswari, sebagai tenaga kesehatan yang bertugas di tingkat kelurahan hingga RW melakukan pemantauan kesehatan warga dan menjadi pembina teknis relawan di wilayahnya;
Setiap wilayah memiliki jejaringkontak aktif yang berisi nomor telepon Prameswaridanrelawanterlatih,yangterhubunglangsungdenganPSC 119 sebagai pusat komando kegawatdaruratan;
Padasaatterjadikejadiandaruratjantung,laporandisampaikanmelalui layanan 119, 112 atau Call Center PSC;
PSCakanmenghubungiRelawandanprameswarisesuaidengannomor kontak di wilayah;
Relawan dan Prameswari yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian segera melakukan tindakan awal sesuai kompetensi sambil menjaga komunikasi dengan PSC 119;
Secara bersamaan, PSC 119 mengoordinasikan pengiriman tim medis dan ambulans untuk penanganan lanjutan dan rujukan ke fasilitas kesehatan. ( Jul )













