KreatifitasLifestyle

Critical Thinking Gen Alpha Bukan Sekadar “Asbun”, Ini Penjelasan Psikolog

×

Critical Thinking Gen Alpha Bukan Sekadar “Asbun”, Ini Penjelasan Psikolog

Sebarkan artikel ini
Critical Thinking Gen Alpha Bukan Sekadar “Asbun”, Ini Penjelasan Psikolog

Mojokerto, LenteraInspiratif.id – Kemampuan berpikir kritis atau critical thinking kini menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu ditanamkan sejak anak usia dini, terutama pada generasi Alpha yang tumbuh di era digital dengan akses informasi tanpa batas.

 

Psikolog Klinis, Alexandra Gabriella, menjelaskan bahwa berpikir kritis bukan sekadar anak banyak bertanya atau asal bunyi (asbun). Lebih dari itu, anak perlu mampu memahami, memproses, dan menganalisis informasi yang diterima.

 

“Critical thinking bukan hanya sekadar pertanyaan, tapi bagaimana anak menerima informasi lalu diproses dan dianalisis dengan pengetahuan yang pernah ia pelajari,” jelas Alexa.

 

Menurutnya, anak yang memiliki kemampuan berpikir kritis akan lebih mudah berkembang karena terbiasa memahami situasi dan mengambil keputusan secara mandiri.

 

Kemampuan ini juga penting agar anak tidak selalu bergantung kepada orang tua saat menghadapi persoalan di kemudian hari.

 

“Ketika mereka sudah menjalani hidup sendiri, mereka harus bisa memikirkan diri mereka sendiri, mengambil keputusan yang tepat, dan menentukan arah hidup,” ujarnya.

 

Alexa menilai pola komunikasi orang tua menjadi faktor penting dalam membentuk pola pikir kritis anak. Ia menyarankan orang tua membangun diskusi yang hangat dan terbuka dibanding langsung memarahi atau melarang.

 

“Biasakan untuk tidak langsung memarahi atau menyuruh-nyuruh. Diskusi yang hangat membuat anak nyaman bercerita dan berani menyampaikan pendapat,” katanya.

 

Ia juga menyoroti pola asuh orang tua generasi milenial yang dinilai lebih terbuka terhadap isu kesehatan mental dan tumbuh kembang anak. Hal itu membuat anak-anak Gen Alpha memiliki ruang lebih aman untuk berekspresi.

 

Selain pola asuh, lingkungan digital turut memengaruhi cara berpikir anak. Gen Alpha sejak kecil sudah terbiasa menggunakan gawai dan mencari informasi melalui internet maupun media sosial.

 

“Anak-anak Gen Alpha tumbuh dengan informasi yang luas dan terbuka. Karena itu mereka perlu diarahkan agar mampu memilah dan menganalisis informasi dengan baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id