Warga Pacet Tanami Jalan Rusak dengan Pohon Pisang

×

Warga Pacet Tanami Jalan Rusak dengan Pohon Pisang

Sebarkan artikel ini

Mojokerto, LenteraInspiratif.id – Puluhan pohon pisang mendadak memenuhi ruas jalan kabupaten di Dusun Pacet Selatan, Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jumat (31/7/2026) pagi.

 

Bukan tanpa alasan. Warga RT 1 hingga RT 4 sengaja menanam pohon pisang di sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan. Aksi tersebut menjadi bentuk protes warga terhadap kondisi infrastruktur jalan sekaligus peringatan bagi pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintas.

 

Kerusakan jalan dinilai cukup membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Selain permukaan jalan yang rusak, karakteristik jalur yang didominasi tanjakan dan turunan membuat pengendara harus ekstra waspada.

 

Salah seorang warga, Winarto (55), mengatakan aksi menanam pohon pisang merupakan bentuk kekecewaan warga karena perbaikan jalan yang telah lama diajukan belum juga terealisasi.

 

Menurutnya, warga telah mengusulkan perbaikan jalan tersebut kepada pemerintah sejak sekitar lima tahun lalu. Bahkan, pengukuran terhadap ruas jalan yang rusak disebut telah dilakukan.

 

“Warga sudah mengajukan permohonan perbaikan jalan sejak lima tahun lalu, bahkan sudah ada pengukuran, tapi belum ada respons dari DPUPR Kabupaten Mojokerto hingga saat ini,” ujar Winarto.

 

Berbagai upaya juga telah dilakukan warga dengan menyampaikan kondisi jalan kepada Pemerintah Desa Pacet. Namun, kewenangan terhadap jalan tersebut berada di tingkat pemerintah kabupaten sehingga penanganannya tidak dapat dilakukan langsung oleh pemerintah desa.

 

Karena perbaikan tak kunjung dilakukan, warga akhirnya berinisiatif melakukan penanganan secara swadaya. Beberapa bagian jalan ditambal menggunakan cor semen dengan biaya yang dikumpulkan melalui iuran warga.

 

“Warga sudah mengadukan ke pemdes, tapi sama perangkat desa tidak boleh karena itu ranahnya PUPR. Warga kemudian berinisiatif sendiri menambal dengan cor semen menggunakan biaya iuran. Harapan kami semoga Pemkab Mojokerto segera memperbaiki jalan dusun ini,” ungkapnya.

 

DPUPR Mojokerto: Jalan Pacet Selatan Masuk Prioritas 2027

 

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Mojokerto, Henry Surya, mengatakan pemerintah telah mengusulkan penanganan ruas jalan tersebut kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

 

Menurut Henry, dokumen perencanaan teknis atau Detail Engineering Design (DED) untuk penanganan jalan tersebut telah tersedia. Bahkan, ruas jalan itu disebut masuk dalam daftar prioritas pertama untuk tahun anggaran 2027.

 

“Kami sudah mengusulkan ke provinsi, sudah ada Detail Engineering Design (DED)-nya dan juga masuk prioritas 1 tahun anggaran 2027, tinggal menunggu kesiapan anggaran pemkab atau provinsi,” jelas Henry.

 

Pengusulan penanganan jalan Pacet Selatan ke pemerintah provinsi juga berkaitan dengan rencana pemisahan jalur kendaraan yang turun di kawasan Sendi.

 

Henry membenarkan adanya keterkaitan antara rencana tersebut dengan penanganan jalur Pacet Selatan.

 

“Iya benar,” katanya singkat.

 

Persoalan jalan di kawasan Pacet tidak hanya berkaitan dengan kerusakan infrastruktur. Jalur Sendi juga selama ini menjadi perhatian karena memiliki turunan dan tikungan yang cukup ekstrem.

 

Kawasan tersebut beberapa kali menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas, termasuk kecelakaan yang diduga berkaitan dengan kendaraan mengalami rem blong.

 

Salah satu rencana yang pernah digulirkan adalah pembangunan Jalur Ngepreh sebagai jalur alternatif untuk kendaraan yang melintas dari arah Batu menuju Mojokerto.

 

Wacana tersebut mencuat sejak angkutan rute Mojokerto-Batu mulai beroperasi pada Januari 2024.

 

Dalam konsepnya, kendaraan yang turun dari arah Batu akan diarahkan melewati jalur Ngepreh sehingga tidak lagi melintasi Tikungan Gotekan. Sementara kendaraan yang bergerak menanjak tetap menggunakan jalur Gotekan.

 

Rekayasa tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan akibat kegagalan sistem pengereman pada kendaraan yang melewati turunan panjang.

 

Jalur alternatif Ngepreh direncanakan untuk menghindari jalur turunan curam mulai dari kawasan Wisata Wet Sendi 2 hingga Tikungan Gotekan.

 

Dengan jalur yang relatif lebih landai, kendaraan yang melintas, mulai sepeda motor matik hingga armada angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) non-ekonomi milik PO Bagong, diharapkan memiliki jalur yang lebih aman dan dapat mengurangi potensi kecelakaan akibat rem blong.

 

Namun, hingga kini rencana pemisahan jalur turun di kawasan Sendi tersebut masih menunggu kejelasan mengenai realisasi dan kesiapan anggaran.

 

Sementara warga Pacet Selatan masih berharap perbaikan jalan kabupaten segera terealisasi. Aksi menanam pohon pisang yang dilakukan warga menjadi penanda bahwa persoalan kerusakan jalan tersebut telah berlangsung cukup lama dan membutuhkan penanganan nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id