Viral CCTV Perempuan dan Tiga Anak Diduga Ambil Barang di Toserba Kemlagi, Polisi Kedepankan Pendekatan Humanis

×

Viral CCTV Perempuan dan Tiga Anak Diduga Ambil Barang di Toserba Kemlagi, Polisi Kedepankan Pendekatan Humanis

Sebarkan artikel ini

LENTERAINSPIRATIF.ID | MOJOKERTO – Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan seorang perempuan bersama tiga anak diduga mengambil sejumlah barang tanpa membayar di sebuah toko serba ada (toserba) di Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, viral di media sosial.

 

Dalam video yang beredar, tampak seorang perempuan mengenakan pakaian berwarna kuning berada di depan toko sambil menjaga seorang balita di dekat sepeda motor. Di saat bersamaan, seorang anak lainnya terlihat keluar dari dalam toko sambil membawa sebuah tas punggung.

 

Dari rekaman CCTV, anak tersebut diduga memasukkan beberapa barang ke dalam tas sebelum kembali berkumpul di area depan toko. Tak lama kemudian, perempuan bersama tiga anak itu meninggalkan lokasi secara bergantian.

 

Kanit Reskrim Polsek Kemlagi, Aiptu Darmo, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, kejadian itu terjadi di sebuah toserba di Desa Mojogebang, Kecamatan Kemlagi, pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

 

“Pihak kami sudah mengantongi identitas terduga pelaku yang diketahui merupakan warga Kecamatan Kemlagi,” ujar Aiptu Darmo saat dikonfirmasi, Senin (13/7/2026).

 

Meski demikian, hingga kini pihak pemilik toko belum membuat laporan polisi secara resmi. Polisi masih melakukan koordinasi dengan pihak toko untuk mengumpulkan informasi, termasuk mendata jenis barang yang diduga diambil dan besaran kerugian yang dialami.

 

Berdasarkan informasi awal dari pemerintah desa setempat, terduga pelaku disebut pernah diduga terlibat dalam peristiwa serupa dengan nilai kerugian yang relatif kecil. Namun, informasi tersebut masih didalami karena sebelumnya disebut telah diselesaikan melalui musyawarah di tingkat desa.

 

Dalam menangani perkara ini, Polsek Kemlagi menyatakan akan mengedepankan pendekatan humanis dengan melibatkan pemerintah desa setempat.

 

Aiptu Darmo menjelaskan, polisi terlebih dahulu akan mendalami motif yang melatarbelakangi dugaan peristiwa tersebut sebelum menentukan langkah lanjutan.

 

“Kami melihat dari segi kemanusiaan. Jika tindakan ini dipicu faktor ekonomi, kami akan berupaya mencarikan solusi berupa peluang pekerjaan. Namun, jika berkaitan dengan kondisi medis seperti kecenderungan kleptomania, kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial,” jelasnya.

 

Selain itu, kepolisian juga membuka kemungkinan pembinaan melalui pemerintah desa apabila aparat desa bersedia melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap warga yang bersangkutan.

 

Saat ini, polisi masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak guna memastikan kronologi dan fakta di balik peristiwa yang viral di media sosial tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id