UB Kenalkan Model Pendidikan Politik Berbasis Komunitas untuk Perkuat Demokrasi Desa Jelang Pilkades 2027

×

UB Kenalkan Model Pendidikan Politik Berbasis Komunitas untuk Perkuat Demokrasi Desa Jelang Pilkades 2027

Sebarkan artikel ini

Lenterainspiratif.id, Jombang – Tim dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) memperkenalkan Deliberative Civic Resilience Model (DCRM) sebagai inovasi pendidikan politik berbasis komunitas untuk memperkuat kualitas demokrasi desa menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2027.

 

Inovasi tersebut disosialisasikan melalui Program Dosen Berkarya (DOKAR) Universitas Brawijaya Tahun 2026 yang digelar di Kantor Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Senin (27/7/2026).

 

DCRM dikembangkan sebagai respons terhadap berbagai tantangan demokrasi di tingkat desa, seperti penyebaran disinformasi, polarisasi politik, hingga menurunnya ruang dialog di tengah masyarakat. Model ini menggabungkan pendidikan politik, dialog deliberatif, literasi digital, dan penguatan ketahanan sosial masyarakat.

 

Ketua Tim DOKAR Universitas Brawijaya, Novy Setia Yunas, mengatakan perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru bagi kehidupan demokrasi di desa. Karena itu, masyarakat perlu dibekali kemampuan berdialog, menyikapi perbedaan pilihan politik, serta memilah informasi yang beredar di ruang digital.

 

“Kami mengembangkan Deliberative Civic Resilience Model sebagai inovasi pendidikan politik berbasis komunitas yang mengintegrasikan dialog deliberatif, literasi digital, dan penguatan ketahanan sosial masyarakat. Tujuannya bukan hanya meningkatkan partisipasi politik, tetapi juga membangun demokrasi desa yang lebih dewasa, inklusif, dan tangguh menghadapi berbagai dinamika menjelang Pilkades Serentak 2027,” ujarnya.

 

Model tersebut menggunakan pendekatan Community-Based Participatory Approach (CBPA) dan Collaborative Governance, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga dilibatkan dalam diskusi, simulasi, identifikasi persoalan, hingga penyusunan solusi bersama terhadap potensi konflik sosial selama tahapan Pilkades.

 

Program DOKAR bertema “Penguatan Civic Resilience dalam Menghadapi Pilkades Serentak: Model Deliberative Political Education Berbasis Komunitas di Kabupaten Jombang” diikuti lebih dari 100 peserta yang terdiri atas pemuda, pelajar, mahasiswa, dan perwakilan masyarakat dari berbagai desa di Kecamatan Perak.

 

Kegiatan tersebut merupakan implementasi kerja sama Universitas Brawijaya dengan Pemerintah Kabupaten Jombang yang bersinergi dengan Pemerintah Kecamatan Perak.

 

Camat Perak, Supriyono, mengapresiasi inovasi yang dihadirkan tim FISIP UB. Menurutnya, penguatan kapasitas masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas demokrasi desa menjelang Pilkades Serentak 2027.

 

“Kami mengapresiasi kontribusi Universitas Brawijaya yang tidak hanya memberikan edukasi kepada masyarakat, tetapi juga menghadirkan model yang mampu memperkuat dialog, partisipasi, dan ketahanan sosial masyarakat desa. Pendekatan ini sangat relevan untuk mendukung pelaksanaan Pilkades yang aman, damai, dan demokratis,” katanya.

 

Selain memperkenalkan DCRM, kegiatan tersebut juga menghadirkan anggota tim pengabdian, Romel Masykuri dan Ika Rizky Yustisia. Romel membahas pentingnya membangun budaya demokrasi partisipatif melalui ruang deliberasi masyarakat, sedangkan Ika memberikan materi mengenai literasi digital dan kemampuan mengenali serta menangkal disinformasi politik di media sosial.

 

Novy menambahkan, DCRM dirancang sebagai model yang dapat direplikasi oleh pemerintah daerah maupun pemerintah desa dalam memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi berbagai agenda demokrasi lokal.

 

Menurutnya, tantangan demokrasi di era digital tidak cukup dihadapi melalui regulasi, tetapi juga membutuhkan masyarakat yang mampu membangun dialog, menjaga kohesi sosial, dan mengambil keputusan secara rasional.

 

“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menghadirkan inovasi yang tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan solusi yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat. DCRM kami kembangkan agar menjadi salah satu model penguatan demokrasi lokal yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat,” pungkasnya.

 

Program ini menjadi bagian dari implementasi Program Dosen Berkarya Universitas Brawijaya sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menghadirkan inovasi berbasis riset untuk mendukung penyelenggaraan Pilkades Serentak 2027 yang inklusif, partisipatif, dan harmonis.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id