Lenterainspiratif.id | Ponorogo – Dugaan aksi pengintaian terhadap seorang perias pengantin saat berada di kamar mandi dalam acara pernikahan di Ponorogo tengah diselidiki polisi. Seorang fotografer berinisial AL (27) dilaporkan diduga merekam dari luar dengan mengarahkan kamera ponselnya melalui ventilasi kamar mandi.
Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Irwan Nugraha membenarkan adanya laporan terkait dugaan kejadian tersebut. Polisi, kata dia, telah melakukan langkah penyelidikan untuk mengungkap fakta di balik laporan tersebut.
“Tentunya kalau ada laporan pasti kita tindak lanjuti. Untuk perkara di atas Satreskrim sudah melakukan penyelidikan,” kata Irwan, Minggu (9/8/2026).
Dugaan aksi tersebut sebelumnya diungkapkan perias pengantin Endin Intan Saputri (32). Menurut Endin, kejadian berlangsung ketika salah satu anggota tim wedding hendak membersihkan diri di kamar mandi rumah yang digunakan sebagai lokasi persiapan pengantin.
Saat berada di dalam kamar mandi, korban disebut melihat sebuah ponsel berada di sekitar ventilasi. Ponsel tersebut diduga sengaja diarahkan ke dalam kamar mandi untuk mengambil gambar.
Korban yang menyadari hal itu langsung berteriak dan keluar dari kamar mandi dalam keadaan panik.
“HP-nya benar-benar masuk ke ventilasi atas. Dia manjat kursi plastik, kemudian HP-nya dimasukkan ke ventilasi,” ujar Endin.
Kejadian itu kemudian membuat tim wedding mencari orang yang diduga berada di balik aksi tersebut. Kecurigaan mengarah kepada seorang fotografer yang saat itu berada di lokasi acara.
Menurut penuturan Endin, suaminya sempat meminta untuk melihat ponsel milik fotografer tersebut. Dari pemeriksaan awal, disebut ditemukan sejumlah foto dan video yang sebelumnya telah dihapus.
“Foto dan videonya sudah dihapus. Tapi suamiku langsung bilang kemungkinan ada di folder baru dihapus. Setelah dibuka ternyata masih ada,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Endin menyebut terdapat folder tersembunyi dalam ponsel tersebut yang diduga menyimpan ratusan foto dan video perempuan. Jumlahnya disebut mencapai sekitar 700 item.
“Di folder tersembunyi itu isinya banyak sekali. Sekitar 700 item, menurut yang kami lihat. Banyak rekaman perempuan di acara wedding,” katanya.
Sebagian rekaman tersebut, lanjut Endin, diduga dibuat tanpa sepengetahuan perempuan yang menjadi objek rekaman, termasuk rekaman yang disebut berkaitan dengan aktivitas di kamar mandi.
Namun, persoalan tersebut sempat diarahkan untuk diselesaikan secara kekeluargaan oleh pihak keluarga fotografer. Ponsel yang sebelumnya sempat diperiksa juga disebut telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga.
Kini, dugaan perkara tersebut ditangani polisi. Satreskrim Polres Ponorogo masih melakukan penyelidikan untuk mendalami keterangan para pihak serta bukti-bukti yang berkaitan dengan laporan tersebut.
Polisi belum menyampaikan kesimpulan terkait dugaan tindak pidana dalam perkara tersebut karena proses penyelidikan masih berlangsung.

