Lenterainspiratif.id | Kediri – Kebakaran melanda kawasan hutan Gunung Klotok, Kabupaten Kediri, Sabtu (8/8/2026) malam. Api membakar lahan sekitar 1,5 hektare di Petak 131a dan 131b RPH Pojok, BKPH Kediri, KPH Kediri, Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan.
Titik api pertama kali diketahui petugas saat menjalankan patroli rutin sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah melihat adanya kebakaran, petugas segera berkoordinasi dengan KRPH Pojok dan mandor untuk melakukan penanganan.
Upaya pemadaman kemudian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Perhutani, Polsek Banyakan, Koramil Grogol, Brigif, BPBD Kabupaten Kediri hingga masyarakat sekitar.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Joko Sukrisno mengatakan, pihaknya menerima laporan mengenai kebakaran tersebut sekitar pukul 19.00 WIB. Tim BPBD langsung bergerak dan tiba di lokasi sekitar pukul 19.10 WIB.
“Petugas bersama unsur terkait langsung menuju titik api dan melakukan pemadaman secara manual menggunakan alat gebyok, ranting, sabit, serta membuat ilaran untuk mencegah api meluas,” kata Stefanus, Minggu (9/8/2026).
Dari pendataan sementara, area yang terbakar diperkirakan mencapai 1,5 hektare. Api melahap sejumlah vegetasi berupa semak belukar, serasah, ranting dan daun kering.
Sejumlah tanaman yang berada di kawasan tersebut juga ikut terbakar, di antaranya akasia, jati dan johar. Lokasi kebakaran merupakan kawasan hutan yang dikelola Perhutani dan terdiri atas area hutan produksi serta hutan lindung.
Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam. Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 22.30 WIB.
Meski demikian, petugas masih menemukan beberapa titik api. Kondisi tersebut membuat pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan api tidak kembali membesar.
“Medan cukup sulit karena akses menuju lokasi jauh dan lerengnya terjal,” jelas Stefanus.
Hingga kini, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan adanya aktivitas manusia, namun petugas masih melakukan pencarian dan pendalaman untuk memastikan sumber api.
Sebanyak 26 personel diterjunkan dalam penanganan kebakaran tersebut. Mereka terdiri dari 12 personel Perhutani, tujuh personel TNI, satu personel Polri, empat tokoh masyarakat dan dua personel BPBD Kabupaten Kediri.
Petugas menggunakan sejumlah peralatan manual selama proses pemadaman, termasuk alat gebyok, polarion, senter kepala dan perlengkapan keselamatan.
BPBD Kabupaten Kediri bersama TNI, Polri, Perhutani dan masyarakat hingga Minggu masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi kebakaran. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api di kawasan Gunung Klotok.

