Kota Mojokerto | lenterainspiratif.id – Komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan terus ditunjukkan SD Negeri Mentikan 2 melalui program inovasi literasi bertajuk PESONA GERBANG CERDAS ARMENDA.
Inovasi PESONA GERBANG CERDAS ARMENDA (Perpustakaan Sekolah untuk Nalar Kritis melalui Gerakan Pengembangan Cinta Membaca, Rajin Diskusi, dan Aktif Berkreasi Arek Mentikan 2) hadir sebagai solusi konkret untuk mentransformasi perpustakaan dan sudut sekolah menjadi ruang inspiratif yang hidup.
Program inovasi ini menjadi salah satu upaya strategis sekolah dalam membangun budaya membaca sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa.
Program yang mulai diimplementasikan sejak Mei 2025 ini lahir dari keprihatinan terhadap rendahnya minat baca siswa di tingkat Sekolah Dasar. Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, kebiasaan membaca buku mulai tergeser oleh berbagai bentuk hiburan instan, seperti gim daring dan media sosial.
Kondisi tersebut berdampak pada kemampuan literasi siswa, khususnya dalam memahami teks secara mendalam, baik teks sastra maupun teks informasi. Meski secara umum capaian literasi siswa di SDN Mentikan 2 tergolong baik, sekolah menilai masih diperlukan upaya peningkatan kualitas pemahaman dan daya analisis siswa.
Melalui program ini, sekolah menghadirkan pendekatan literasi yang lebih komprehensif dan terintegrasi. Tidak hanya membaca, siswa juga diajak untuk berdiskusi, merefleksikan isi bacaan, serta mengekspresikan pemahaman mereka dalam bentuk karya kreatif.
Program PESONA GERBANG CERDAS ARMENDA dirancang sebagai ekosistem literasi terpadu yang mengintegrasikan kegiatan membaca, berdiskusi, dan berkarya dalam satu rangkaian program yang terstruktur dan berkelanjutan. Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya dibiasakan untuk gemar membaca, tetapi juga dilatih untuk mampu memahami, merefleksikan, serta mengomunikasikan gagasan secara kritis dan kreatif.
Implementasi program dilakukan melalui berbagai kegiatan rutin, seperti Literasi Pagi Mandiri selama 15 menit setiap hari Rabu, Diskusi Literasi mingguan untuk membahas bacaan secara reflektif dalam kelompok, serta Kunjungan Perpustakaan yang dilaksanakan sesuai jadwal kelas sebagai bagian dari sesi membaca terpadu.
Selain itu, program ini diperkuat melalui kegiatan berkreasi yang dilaksanakan secara berkala setiap dua minggu sekali. Dalam kegiatan tersebut, siswa didorong menghasilkan berbagai karya nyata, seperti baik berupa resensi buku, poster literasi, cerita pendek, maupun proyek kreatif lainnya yang menunjukkan kemampuan berpikir kritis.
Perpustakaan sekolah turut dioptimalkan sebagai pusat kegiatan literasi. Ruang yang sebelumnya hanya digunakan sebagai tempat penyimpanan buku kini disulap menjadi ruang belajar yang interaktif dan inspiratif. Siswa secara rutin melakukan kunjungan untuk membaca, berdiskusi, dan mengeksplorasi berbagai sumber pengetahuan.
Salah satu siswa kelas V, Alena Anin Andika, mengaku merasakan banyak manfaat dari program tersebut. “Saya jadi lebih senang membaca buku dan lebih percaya diri saat menceritakan isi bacaan di depan teman-teman. Program ini juga membuat kami lebih kreatif dan menambah pengetahuan,” ungkapnya dengan antusias.
Dalam pelaksanaannya, guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing dan memantau perkembangan siswa. Evaluasi dilakukan secara berkala melalui log membaca dan catatan diskusi, sehingga perkembangan literasi siswa dapat terukur dengan jelas.
Selain itu, sekolah juga memberikan apresiasi kepada siswa yang aktif dan menunjukkan perkembangan signifikan dalam kegiatan literasi. Penghargaan ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa dalam mengikuti program.
Tidak hanya berfokus pada kegiatan internal sekolah, SDN Mentikan 2 juga aktif menjalin kolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan melalui partisipasi dalam berbagai kegiatan literasi yang diselenggarakan. Keterlibatan tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan siswa dan guru dalam lomba literasi, perpustakaan keliling, pelatihan membaca dan menulis, serta berbagai program penguatan budaya baca.
Sinergi ini menjadi langkah penting dalam memperluas wawasan literasi siswa sekaligus memperkuat budaya membaca di lingkungan sekolah.
Menariknya, inovasi ini dirancang dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekolah, sehingga tidak memerlukan biaya besar. Hal ini menjadikan program PESONA GERBANG CERDAS ARMENDA sebagai inovasi yang efisien sekaligus mudah diterapkan di sekolah lain.
Melalui program ini, SDN Mentikan 2 menargetkan peningkatan capaian literasi siswa secara signifikan, sekaligus membentuk budaya membaca yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. Pihak sekolah berharap, inovasi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan prestasi akademik, tetapi juga mampu mencetak generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan adaptif dalam menghadapi tantangan zaman.
Dengan berbagai langkah inovatif yang dilakukan, yang diimbangi dengan semangat kolaborasi seluruh warga sekolah, SDN Mentikan 2 optimistis mampu mencetak generasi yang gemar membaca, kritis, dan kreatif dalam menghadapi tantangan masa depan. ( Roe )








