BeritaJawa Timur

Ning Ita Ajak Warga Mojokerto Ikut Skrining TBC, Optimistis Kasus Bisa Ditekan Lewat Deteksi Dini

×

Ning Ita Ajak Warga Mojokerto Ikut Skrining TBC, Optimistis Kasus Bisa Ditekan Lewat Deteksi Dini

Sebarkan artikel ini
Ning Ita saat menghadiri kegiatan penguatan penanggulangan TBC di Kelurahan Surodinawan, Selasa (7/7/2026).

LENTERAINSPIRATIF.ID | MOJOKERTO – Pemerintah Kota Mojokerto terus menggenjot upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui pemeriksaan dini atau skrining kepada masyarakat. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak seluruh warga memanfaatkan layanan skrining agar kasus TBC dapat ditemukan lebih cepat dan penyebarannya bisa ditekan.

Ajakan tersebut disampaikan Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita saat menghadiri kegiatan penguatan penanggulangan TBC di Kelurahan Surodinawan, Selasa (7/7/2026).

Menurut Ning Ita, deteksi dini menjadi langkah paling efektif untuk mengendalikan TBC. Semakin cepat penderita teridentifikasi, semakin besar peluang untuk mendapatkan pengobatan hingga tuntas sekaligus mencegah penularan kepada orang lain.

“Skrining adalah kuncinya. Kalau masyarakat bersedia diperiksa, kasus bisa ditemukan lebih cepat sehingga pengobatan dapat segera dilakukan sampai sembuh. Dengan begitu, penyebaran TBC di Kota Mojokerto juga bisa ditekan,” ujarnya.

Untuk mendukung percepatan penemuan kasus, Pemkot Mojokerto terus memperluas layanan skrining menggunakan portable X-Ray yang dilakukan secara bergilir di seluruh kelurahan. Program tersebut melibatkan kader kesehatan, kader PKK, serta berbagai unsur masyarakat agar semakin banyak warga bersedia menjalani pemeriksaan.

Ning Ita menegaskan, keberhasilan pengendalian TBC tidak hanya bergantung pada pemerintah. Sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021, penanggulangan TBC membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari masyarakat, dunia pendidikan, dunia usaha, organisasi profesi, media massa hingga lembaga swadaya masyarakat.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemkot Mojokerto juga tengah menyiapkan penambahan fasilitas portable X-Ray serta memperkuat kerja sama dengan rumah sakit untuk memenuhi kebutuhan tenaga radiologi. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan skrining di berbagai wilayah.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak merasa malu atau takut jika harus menjalani pemeriksaan. Menurutnya, TBC bukan penyakit yang harus disembunyikan karena dapat disembuhkan melalui pengobatan yang rutin dan disiplin selama enam bulan.

“Penyakit bukan aib. Yang terpenting adalah mau diperiksa dan menjalani pengobatan hingga tuntas. Kalau semakin banyak warga ikut skrining, peluang kita menurunkan angka TBC di Kota Mojokerto juga akan semakin besar,” katanya.

Di akhir kegiatan, Ning Ita meminta para kader kesehatan dan kader PKK terus mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap gejala TBC dan tidak ragu memeriksakan diri. Ia optimistis, dengan sinergi seluruh pihak, target penurunan kasus TBC di Kota Mojokerto dapat tercapai secara bertahap. (roe/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id