
HALUT – Pemandangan tak lazim muncul di depan Kantor Bupati dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Utara (Halut). Pasalnya, depan dua kantor tersebut, muncul kepulan asap hitam disertai dengan ratusan orang yang berkerumun di tempat tersebut.
Ratusan orang yang sedang berkerumun disertai dengan pembakaran ban bekas adalah masa aksi petani yang tergabung dalam Pergerakan Petani Kopra (PPK) Tarakani Galela. Mereka melakukan unjuk rasa, lantaran semakin hari harga kopra semakin menurun. Sehingga, mereka menuntut pada pemerintah daerah kabupaten halmahera utara untuk menstabilkan harga kopra dan mencarikan solusi bagi petani kopra.
Sementara itu, salah satu orator, Ikbal Dabi Dabi mengatakan, buntut atas anjloknya harga kopra di pasaran membuat petani meradang. Betapa tidak, harga kopra yang terus menurun hingga 2.800 perkilogram ini, membuat petani semakin sengsara. Lantaran, biaya produksi tak sebanding dengan hasil produksi.
“Bupati kami butuh bukti bukan janji, dan tidak membohongi petani. Kami minta Bupati agar segera menyelamatkan harga kopra. Jika tidak, kami akan bakar dan boikot aktivitas pemerintahan, torang so bosan dengan janji yang kase foya foya petani, “beber Ikbal Dabi Dabi, Rabu (14/11/2018).
Menurut Ikbal, penyebab menurunnya harga kopra karena industri NCO Internasional Cina tidak beroperasi. Akan tetapi, saat ini NOC sudah beroperasi, dan harga kopra suda stabil secara Nasional. Akan tetapi, kenyataannya berbeda di Halut. “Hingga saat ini, Pemkab malah merubah dari kopra menjadi produksi lain, dengan mendatangkan Investor Amerika, dan PT MNS, “imbuhnya.
Ikbal menambahkan, bahwa aksi hari ini meminta kepada DPRD dan Pemda Halut agar membuat regulasi untuk perlindungan petani kopra, mendesak Pemda Halut agar menyediakan perusahan kopra, mendesak Pemda Halut agar secepatnya menstabilkan harga kopra, Pemda Halut harus menurunkan sembilan bahan pokok, menegaskan kepada Pemda Halut agar mengaktifkan pelabuhan laut Galela. “Jika tuntutan ini tidak diakomodir oleh Pemda, maka akan dilakukan gerakan vakum aktivitas Pemda Halut, “pungkasnya. (mc/dit)






