LENTERAINSPIRATIF.ID – Harga sejumlah bahan pokok di tingkat konsumen di Jawa Timur mengalami pergerakan pada Minggu (9/8/2026). Berdasarkan data harga rata-rata provinsi yang diperbarui pukul 10.45 WIB, kenaikan terlihat pada beberapa komoditas, sementara sebagian lainnya mengalami penurunan.
Pada kelompok beras, harga beras premium turun tipis Rp8 menjadi Rp15.020 per kilogram dari sebelumnya Rp15.028. Sebaliknya, beras medium naik Rp60 menjadi Rp13.064 per kilogram.
Harga minyak goreng juga cenderung mengalami kenaikan. Minyak goreng curah naik Rp148 menjadi Rp20.412 per kilogram. Minyak goreng kemasan premium naik Rp172 menjadi Rp21.960 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan sederhana naik Rp51 menjadi Rp18.745 per liter.
Untuk MINYAKITA, harga justru turun tipis Rp8 menjadi Rp16.132 per liter.
Pada komoditas daging, harga daging sapi paha belakang naik Rp185 menjadi Rp128.522 per kilogram. Daging ayam ras juga naik Rp118 menjadi Rp35.813 per kilogram. Kenaikan paling besar terjadi pada daging ayam kampung yang bertambah Rp674 menjadi Rp70.785 per ekor.
Sementara itu, harga telur bergerak turun. Telur ayam ras turun Rp49 menjadi Rp23.800 per kilogram dan telur ayam kampung turun Rp231 menjadi Rp45.603 per kilogram.
Pergerakan harga juga terlihat pada komoditas bumbu dapur. Harga bawang merah turun Rp182 menjadi Rp28.529 per kilogram, sedangkan bawang putih Sinco/Honan turun Rp124 menjadi Rp29.811 per kilogram.
Untuk cabai, harga cabai merah keriting turun Rp35 menjadi Rp34.450 per kilogram. Namun, cabai merah besar naik Rp19 menjadi Rp34.247 per kilogram dan cabai rawit merah naik Rp19 menjadi Rp45.447 per kilogram.
Komoditas sayuran menunjukkan pergerakan beragam. Harga kentang naik Rp135 menjadi Rp15.786 per kilogram, wortel naik Rp221 menjadi Rp15.331 per kilogram, serta buncis naik Rp16 menjadi Rp13.796 per kilogram. Sementara harga tomat merah turun Rp89 menjadi Rp6.237 per kilogram.
Kenaikan cukup besar tercatat pada sejumlah komoditas pangan lainnya. Ikan asin teri naik Rp998 menjadi Rp78.633 per kilogram. Kacang hijau naik Rp351 menjadi Rp27.266 per kilogram, sedangkan kacang tanah naik Rp602 menjadi Rp36.190 per kilogram.
Di kelompok ikan segar, harga ikan kembung justru mengalami penurunan paling besar, yakni Rp723 menjadi Rp35.729 per kilogram. Harga ikan bandeng turun Rp177 menjadi Rp34.532 per kilogram, ikan tongkol turun Rp106 menjadi Rp34.846 per kilogram, dan ikan cakalang turun Rp97 menjadi Rp35.657 per kilogram. Sementara ikan tuna naik Rp70 menjadi Rp40.981 per kilogram.
Harga gas elpiji 3 kilogram tercatat naik Rp56 menjadi Rp19.904 per kilogram.
Selain bahan pangan, sejumlah material bangunan juga mengalami perubahan harga. Kayu balok meranti naik Rp2.410 menjadi Rp102.846 per batang. Papan meranti naik Rp1.213 menjadi Rp108.823 per lembar, sedangkan triplek 6 milimeter naik Rp731 menjadi Rp76.992 per lembar.
Pada kelompok pupuk, pergerakan harga cukup beragam. Pupuk KCL non-subsidi turun Rp546 menjadi Rp10.082 per kilogram dan pupuk NPK non-subsidi turun Rp67 menjadi Rp14.000 per kilogram. Sebaliknya, pupuk SP 35 non-subsidi naik Rp218 menjadi Rp8.014 per kilogram dan pupuk ZA non-subsidi naik Rp372 menjadi Rp7.051 per kilogram.
Data tersebut menunjukkan harga kebutuhan masyarakat di Jawa Timur masih bergerak dinamis. Sejumlah komoditas mengalami kenaikan, namun pada saat yang sama beberapa bahan pokok lainnya justru mencatat penurunan harga.

