SURABAYA, LenteraInspiratif.id – Harga rata-rata kebutuhan pokok di tingkat konsumen di Provinsi Jawa Timur pada Minggu, 26 Juli 2026, terpantau relatif stabil. Sebagian besar komoditas tidak mengalami perubahan harga dibandingkan hari sebelumnya, sementara beberapa bahan pangan hanya bergerak tipis.
Berdasarkan data Disperindag Jawa Timur, daging ayam ras menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan, yakni Rp54 per kilogram atau 0,16 persen, sehingga kini berada di level Rp33.842 per kilogram.
Sementara itu, gula kristal putih naik tipis Rp4 menjadi Rp17.173 per kilogram, sedangkan telur ayam ras bertambah Rp5 menjadi Rp25.088 per kilogram.
Di sisi lain, sejumlah komoditas hortikultura mengalami penurunan harga. Bawang merah turun Rp163 atau 0,51 persen menjadi Rp31.627 per kilogram. Cabai merah keriting juga turun Rp117 menjadi Rp30.994 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah turun Rp71 menjadi Rp38.260 per kilogram. Harga bawang putih Sinco/Honan ikut terkoreksi menjadi Rp31.784 per kilogram.
Untuk kelompok beras, beras premium turun tipis Rp4 menjadi Rp14.999 per kilogram, sedangkan beras medium tetap bertahan di Rp12.981 per kilogram.
Harga minyak goreng terpantau stabil. Minyak goreng curah masih berada di Rp20.326 per kilogram, minyak goreng kemasan premium di Rp21.768 per liter, minyak goreng kemasan sederhana di Rp18.700 per liter, dan Minyakita tetap Rp16.140 per liter.
Pada kelompok sayuran, kol/kubis naik tipis menjadi Rp8.586 per kilogram dan wortel menjadi Rp15.065 per kilogram. Sementara buncis turun menjadi Rp12.651 per kilogram, sedangkan kentang dan tomat merah relatif stabil.
Komoditas lainnya seperti daging sapi, ikan segar, gas LPG 3 kilogram, pupuk, semen, besi, serta bahan bangunan lainnya tidak mengalami perubahan harga dibandingkan sehari sebelumnya.
Secara umum, pergerakan harga kebutuhan pokok di Jawa Timur masih terkendali. Fluktuasi yang terjadi hanya pada beberapa komoditas pangan dengan perubahan yang relatif kecil sehingga pasokan di tingkat konsumen tetap stabil.

