Lenterainspiratif.id – Pergerakan harga bahan pokok di Jawa Timur pada Kamis (23/7/2026) didominasi kenaikan pada sejumlah komoditas pangan, meski beberapa kebutuhan pokok lainnya mengalami penurunan. Lonjakan paling mencolok terjadi pada telur puyuh yang naik 7,83 persen dibandingkan sehari sebelumnya.
Harga telur puyuh kini berada di angka Rp29.850 per kilogram, naik Rp2.167 dari harga sebelumnya Rp27.683 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada garam beryodium bata yang melonjak 58,76 persen menjadi Rp5.336 per buah, meski kenaikan ini diperkirakan dipengaruhi penyesuaian harga di sejumlah daerah. Sementara wortel naik 3,9 persen menjadi Rp13.202 per kilogram, disusul buncis yang meningkat 2,22 persen menjadi Rp14.067 per kilogram.
Di sisi lain, beberapa komoditas utama justru mengalami penurunan. Bawang merah turun 2,19 persen menjadi Rp28.184 per kilogram, sedangkan bawang putih turun 1,54 persen menjadi Rp30.368 per kilogram.
Harga cabai rawit juga terkoreksi 1,78 persen menjadi Rp39.272 per kilogram, sementara minyak goreng curah turun 1,59 persen menjadi Rp19.951 per kilogram. Penurunan turut terjadi pada kubis yang turun 3,58 persen menjadi Rp8.383 per kilogram dan tomat turun 3,37 persen menjadi Rp8.285 per kilogram.
Untuk komoditas pangan strategis lainnya, harga beras premium, Minyakita, telur ayam kampung, Indomie goreng, LPG 3 kilogram, hingga semen dan besi terpantau relatif stabil tanpa perubahan dibandingkan hari sebelumnya.
Sementara itu, harga daging sapi tercatat turun tipis menjadi Rp114.991 per kilogram, sedangkan daging ayam broiler berada di level Rp33.412 per kilogram. Telur ayam ras juga mengalami koreksi menjadi Rp25.266 per kilogram.
Meski terjadi fluktuasi pada sejumlah komoditas hortikultura, secara umum harga kebutuhan pokok di Jawa Timur masih berada dalam kondisi relatif terkendali dengan mayoritas komoditas hanya mengalami perubahan tipis.

