BeritaJawa Timur

Harga Sembako Jatim 11 Oktober 2026: Ikan Bandeng Melonjak, Cabai Rawit Justru Turun

×

Harga Sembako Jatim 11 Oktober 2026: Ikan Bandeng Melonjak, Cabai Rawit Justru Turun

Sebarkan artikel ini
Foto situasi pasar
Foto situasi pasar

MOJOKERTO, LenteraInspiratif.id – Harga kebutuhan pokok di Jawa Timur kembali bergerak pada Minggu (11/10/2026). Perubahan harga terjadi hampir di seluruh kelompok komoditas, meski sebagian besar masih berada dalam rentang kenaikan dan penurunan yang relatif terbatas.

 

Berdasarkan data Harga Rata-Rata Provinsi Jawa Timur di Tingkat Konsumen yang diperbarui pukul 10.36 WIB, sejumlah komoditas justru menunjukkan pergerakan yang cukup mencolok. Salah satunya adalah ikan bandeng yang harganya naik lebih dari Rp1.000 per kilogram dalam sehari.

 

Harga ikan bandeng naik Rp1.013 atau 2,87 persen, dari Rp35.289 menjadi Rp36.301 per kilogram.

 

Kenaikan juga terjadi pada sejumlah komoditas kebutuhan rumah tangga lainnya. Kayu balok meranti naik Rp4.523 atau 4,50 persen menjadi Rp105.042 per batang. Sementara papan meranti naik 1,06 persen menjadi Rp108.954 per lembar dan triplek 6 mm naik 1,30 persen menjadi Rp77.863 per lembar.

 

Cabai Rawit Merah Turun Rp860

 

Di tengah sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan, harga cabai justru menunjukkan pergerakan berbeda.

 

Cabai rawit merah turun Rp860 atau 1,26 persen. Harga rata-ratanya kini berada di angka Rp67.509 per kilogram, dari sebelumnya Rp68.369 per kilogram.

 

Namun, penurunan tersebut tidak terjadi pada seluruh jenis cabai. Cabai merah keriting justru naik Rp211 atau 0,42 persen menjadi Rp50.661 per kilogram.

 

Sementara cabai merah besar relatif stabil. Komoditas tersebut hanya berubah Rp1 atau sekitar 0,00 persen, dari Rp40.391 menjadi Rp40.392 per kilogram.

 

Pergerakan serupa juga terlihat pada bawang. Harga bawang merah naik Rp36 menjadi Rp26.956 per kilogram, sedangkan bawang putih turun Rp70 menjadi Rp28.903 per kilogram.

 

Daging Ayam Relatif Stabil, Telur Kampung Naik

 

Untuk kelompok daging, perubahan harga relatif tipis.

 

Harga daging ayam ras turun Rp16 atau 0,04 persen menjadi Rp38.334 per kilogram. Sebaliknya, daging ayam kampung naik Rp25 menjadi Rp70.102 per ekor.

 

Harga daging sapi paha belakang mengalami kenaikan Rp337 atau 0,25 persen, sehingga berada di angka Rp133.801 per kilogram.

 

Kenaikan lebih terlihat pada telur ayam kampung. Harganya naik Rp393 atau 0,86 persen menjadi Rp46.023 per kilogram. Sementara telur ayam ras justru turun Rp36 atau 0,15 persen menjadi Rp24.301 per kilogram.

 

Harga Beras Naik Tipis

 

Komoditas utama masyarakat, yakni beras, juga mengalami kenaikan meski sangat kecil.

 

Beras premium naik Rp14 atau 0,09 persen menjadi Rp15.111 per kilogram. Sedangkan beras medium naik Rp19 atau 0,15 persen menjadi Rp13.034 per kilogram.

 

Harga gula kristal putih juga naik tipis Rp15 atau 0,09 persen menjadi Rp17.366 per kilogram.

 

Pada kelompok minyak goreng, pergerakannya berbeda-beda. Minyak goreng curah turun Rp72 menjadi Rp20.443 per kilogram dan minyak goreng kemasan sederhana turun Rp66 menjadi Rp18.728 per liter.

 

Sebaliknya, minyak goreng kemasan premium naik Rp74 menjadi Rp22.087 per liter. Harga Minyakita relatif stabil di Rp15.934 per liter setelah turun tipis Rp5.

 

Kedelai Lokal Turun, Kacang Hijau Naik

 

Pergerakan berbeda juga terlihat pada komoditas kacang-kacangan.

 

Harga kedelai lokal turun Rp241 atau 1,84 persen menjadi Rp12.860 per kilogram. Sementara kedelai impor hampir tidak berubah, hanya naik Rp3 menjadi Rp12.681 per kilogram.

 

Sebaliknya, kacang hijau naik Rp329 atau 1,21 persen menjadi Rp27.476 per kilogram. Harga kacang tanah juga naik tipis menjadi Rp39.335 per kilogram.

 

Untuk sayuran, harga buncis turun Rp123 atau 0,87 persen menjadi Rp13.953 per kilogram. Kentang dan wortel juga turun tipis, masing-masing menjadi Rp15.246 dan Rp14.117 per kilogram.

 

Sementara tomat merah naik Rp45 atau 0,55 persen menjadi Rp8.125 per kilogram.

 

Pupuk dan Besi Beton Ikut Bergerak

 

Perubahan harga juga terjadi pada komoditas pendukung sektor pertanian dan konstruksi.

 

Pada kelompok pupuk, urea non subsidi naik Rp216 atau 2,47 persen menjadi Rp8.968 per kilogram. Pupuk NPK non subsidi naik 1,71 persen menjadi Rp14.303 per kilogram, sedangkan KCL naik 1,37 persen menjadi Rp10.841 per kilogram.

 

Sementara itu, pupuk SP 35 non subsidi turun tipis menjadi Rp7.781 per kilogram.

 

Di kelompok besi beton, kenaikan terbesar terjadi pada ukuran 6 mm yang naik Rp668 atau 2,17 persen menjadi Rp31.381 per batang. Besi beton 8 mm naik 0,93 persen menjadi Rp48.971 per batang dan ukuran 10 mm naik 0,15 persen menjadi Rp71.155.

 

Besi beton 12 mm justru turun Rp379 atau 0,38 persen menjadi Rp100.075 per batang.

 

Harga gas elpiji 3 kg juga mengalami kenaikan tipis Rp29, dari Rp19.861 menjadi Rp19.890 berdasarkan angka rata-rata yang tercatat dalam data provinsi.

 

Secara umum, perkembangan harga bahan pokok Jawa Timur pada 11 Oktober 2026 menunjukkan pola yang masih beragam. Sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan, sementara komoditas lainnya justru turun.

 

Ikan bandeng menjadi salah satu komoditas pangan dengan kenaikan cukup menonjol, sedangkan cabai rawit merah dan ikan asin teri termasuk komoditas yang mengalami penurunan.

 

Perubahan harga harian tersebut menjadi gambaran penting bagi masyarakat untuk memantau kondisi pasar dan menyesuaikan kebutuhan belanja rumah tangga dengan perkembangan harga terbaru.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id