Harga Pangan Jatim 1 Agustus 2026: Minyak Goreng dan Ayam Naik, Tomat Turun 2,73 Persen

×

Harga Pangan Jatim 1 Agustus 2026: Minyak Goreng dan Ayam Naik, Tomat Turun 2,73 Persen

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pasar

LenteraInspiratif.id – Harga sejumlah bahan pokok di tingkat konsumen di Jawa Timur kembali mengalami pergerakan pada Sabtu (1/8/2026). Berdasarkan data harga rata-rata provinsi per pukul 11.42 WIB, kenaikan terjadi pada sejumlah komoditas pangan, terutama minyak goreng, daging ayam ras, serta beberapa jenis ikan.

Harga minyak goreng curah tercatat naik Rp151 per kilogram, dari Rp20.333 menjadi Rp20.484 per kilogram atau meningkat 0,75 persen. Minyak goreng kemasan premium juga naik Rp138 menjadi Rp21.916 per liter atau 0,63 persen.

Kenaikan juga terjadi pada minyak goreng kemasan sederhana yang naik Rp55 menjadi Rp18.754 per liter. Sementara itu, harga Minyakita justru turun Rp26 menjadi Rp16.115 per liter.

Pada kelompok daging, harga daging ayam ras naik Rp199 per kilogram, dari Rp34.864 menjadi Rp35.063 per kilogram atau meningkat 0,57 persen. Daging sapi paha belakang juga naik Rp254 menjadi Rp127.966 per kilogram.

Harga beras medium turut mengalami kenaikan Rp43 menjadi Rp13.048 per kilogram atau 0,33 persen. Namun, beras premium turun tipis Rp5 menjadi Rp15.017 per kilogram.

Pergerakan cukup tinggi juga terjadi pada komoditas susu. Susu bubuk merek Indomilk (instant) naik Rp577 menjadi Rp41.139 per 400 gram atau meningkat 1,42 persen. Susu bubuk merek Bendera naik Rp315 menjadi Rp42.058 per 400 gram atau 0,75 persen.

Kenaikan tertinggi pada kelompok pangan tercatat pada ikan asin teri yang naik Rp1.133 menjadi Rp79.595 per kilogram atau sebesar 1,44 persen. Kacang hijau naik Rp260 menjadi Rp27.094 per kilogram, sedangkan kacang tanah naik Rp160 menjadi Rp34.811 per kilogram.

Untuk komoditas cabai, harga cabai rawit merah naik Rp181 menjadi Rp43.988 per kilogram atau 0,41 persen. Cabai merah besar naik Rp40 menjadi Rp32.129 per kilogram. Sebaliknya, cabai merah keriting turun Rp64 menjadi Rp32.962 per kilogram.

Di kelompok bawang, harga bawang merah turun Rp177 menjadi Rp29.389 per kilogram, sedangkan bawang putih Sinco/Honan turun Rp236 menjadi Rp30.180 per kilogram.

Sementara itu, penurunan cukup signifikan terjadi pada tomat merah. Harganya turun Rp193 per kilogram, dari Rp7.069 menjadi Rp6.876 per kilogram atau sebesar 2,73 persen.

Harga ikan kembung juga turun Rp364 menjadi Rp35.600 per kilogram atau 1,01 persen. Ikan bandeng turun Rp146 menjadi Rp34.751 per kilogram.

Pada komoditas pupuk, pergerakan harga cukup mencolok. Pupuk KCL non-subsidi turun Rp416 menjadi Rp10.208 per kilogram atau 3,91 persen. Pupuk NPK non-subsidi turun Rp310 menjadi Rp13.757 per kilogram, sedangkan pupuk Urea non-subsidi turun Rp188 menjadi Rp8.539 per kilogram.

Sebaliknya, pupuk ZA non-subsidi mengalami kenaikan paling tinggi secara persentase dalam kelompok pupuk, yakni Rp285 menjadi Rp6.952 per kilogram atau naik 4,28 persen. Pupuk SP 35 non-subsidi juga naik Rp124 menjadi Rp7.908 per kilogram.

Untuk bahan bangunan, kayu balok meranti ukuran 4 x 10 mengalami kenaikan Rp2.449 menjadi Rp102.885 per batang atau 2,44 persen. Papan meranti naik Rp872 menjadi Rp108.482 per lembar, sedangkan triplek 6 mm naik Rp80 menjadi Rp76.979 per lembar.

Secara umum, data harga rata-rata tingkat konsumen Jawa Timur pada 1 Agustus 2026 menunjukkan pergerakan harga yang cukup beragam. Beberapa kebutuhan rumah tangga mengalami kenaikan, sementara sejumlah komoditas pangan seperti tomat, bawang, telur dan ikan kembung mengalami penurunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id