EkonomiJawa Timur

Harga Bunga Tabur Melonjak Jelang Ramadan, Pedagang Musiman Ramai di Kota Mojokerto

×

Harga Bunga Tabur Melonjak Jelang Ramadan, Pedagang Musiman Ramai di Kota Mojokerto

Sebarkan artikel ini
Harga Bunga Tabur Melonjak Jelang Ramadan, Pedagang Musiman Ramai di Kota Mojokerto

Mojokerto, LenteraInspiratif.id – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, aktivitas pedagang bunga musiman mulai ramai menghiasi berbagai sudut Kota Mojokerto. Lapak-lapak sementara tampak berjejer di tepi jalan protokol, sekitar pasar tradisional, hingga area pemakaman umum, melayani kebutuhan masyarakat yang hendak melakukan ziarah kubur.

Fenomena pedagang bunga tabur musiman ini menjadi pemandangan rutin setiap tahun. Tradisi ziarah kubur menjelang Ramadan masih kuat dijalankan warga, sehingga permintaan bunga tabur seperti melati, mawar, kenanga, serta bunga setaman dalam kemasan siap pakai mengalami peningkatan signifikan.

Salah satu penjual bunga musiman, Ayu (31), mengungkapkan bahwa kenaikan harga bunga sudah mulai terasa sejak beberapa pekan terakhir. Ia menyebut, harga dari pemasok meningkat cukup tajam seiring mendekatnya Ramadan.

“Saya ambil di pemasok, harganya bisa naik dua kali lipat menjelang Ramadan. Bahkan kalau sudah mendekati hari H, kenaikannya bisa sampai lima kali lipat,” ujar Ayu saat ditemui di lapaknya.

Menurutnya, bunga melati menjadi komoditas yang paling terdampak lonjakan harga. Menjelang Ramadan, harga melati dapat mencapai Rp1.000.000 per kilogram, jauh lebih tinggi dibanding hari biasa.

Sementara itu, bunga tabur yang dijual ke konsumen dibanderol dengan harga bervariasi, mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000 per bungkus, tergantung jenis bunga dan campuran yang digunakan. Ayu mengaku jumlah pembeli setiap pekan tidak menentu, mengingat banyaknya pedagang serupa yang bermunculan di berbagai lokasi.

Meski persaingan cukup ketat, ia tidak terlalu khawatir. Pasalnya, pelanggan tetap masih menjadi penopang utama penjualannya setiap menjelang Ramadan.

“Alhamdulillah sudah ada pelanggan langganan, jadi tetap ada pembeli,” tuturnya.

Meski bersifat musiman, Ayu mengaku hasil penjualan bunga tabur menjelang Ramadan cukup membantu perekonomian keluarganya. Usaha ini pun telah ia jalani secara turun-temurun sebagai bagian dari tradisi keluarga.

Kehadiran pedagang bunga tabur musiman ini turut menggerakkan roda perekonomian kecil di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat menyambut bulan suci. Tradisi ziarah kubur yang tetap lestari menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang, meski perkembangan zaman terus berjalan. (FB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id