Lenterainspiratif.id | Bondowoso – Proses evakuasi dua pendaki yang ditemukan meninggal dunia di Gunung Piramid, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, baru dilanjutkan pada Rabu (5/8/2026). Tim SAR menunda evakuasi pada Selasa sore karena terkendala cuaca berkabut, kondisi gelap, serta medan yang terjal dan berisiko.
On-Scene Coordinator (OSC) Tim SAR Gunung Piramid, Jefri, mengatakan kedua jenazah telah berhasil dievakuasi dari titik penemuan dan dibungkus menggunakan kantong jenazah sejak Selasa sore.
“Pada pukul 16.00 kemarin packing patient sudah kami lakukan. Kedua korban sudah terbungkus dengan rapi,” ujarnya.
Meski demikian, proses pemindahan jenazah ke bawah gunung belum dapat dilakukan karena cuaca tidak mendukung dan medan yang membutuhkan sistem pengangkatan khusus.
“Karena sudah menjelang malam, ditambah kondisi cuaca serta kebutuhan anchoring system untuk proses pengangkatan atau lifting, evakuasi kami lanjutkan pagi ini,” jelas Jefri.
Sejak pagi, tim SAR kembali bergerak menuju lokasi ditemukannya korban. Jenazah selanjutnya dievakuasi menggunakan metode lifting menuju Pos Punggung Naga sebelum dipindahkan secara bertahap ke Pos II.
Menurut Jefri, proses evakuasi melibatkan tiga Search and Rescue Unit (SRU).
“Skemanya seperti kemarin. Ada tiga SRU yang dilibatkan. Dua SRU kami fokuskan untuk penanganan atau pengangkatan dua jenazah,” katanya.
Sementara satu SRU lainnya disiagakan untuk melakukan estafet pemindahan jenazah dari Pos II menuju Pos I.
“Rencana dari sini langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Bondowoso untuk penanganan lebih lanjut,” pungkasnya.
Sebelumnya, dua pendaki yang sempat dilaporkan hilang kontak di Gunung Piramid ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Karena kondisi cuaca yang berkabut tebal dan malam yang mulai tiba, proses evakuasi akhirnya ditunda dan dilanjutkan pada Rabu pagi.

