Dosen Program Studi Ilmu Politik FISIP Universitas Brawijaya, Novy Setia Yunas, membekali 100 anak muda berprestasi dari berbagai wilayah di Kalimantan dalam Program Political Future Leader yang diselenggarakan Amanat Research Institute secara daring melalui platform Zoom Meeting, Senin (3/8).
Melalui materi yang disampaikan yakni Navigating the Future of Digital Democracy in Indonesia: Media Sosial, Opini Publik, dan Political Future Leaders di Era Digital, Dosen yang memiliki spesialisasi pada Politik Digital dan Inovasi Tata Kelola, mengajak peserta memahami bagaimana perkembangan media digital dan algoritma telah mengubah cara masyarakat membentuk opini publik sekaligus memengaruhi kualitas demokrasi. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki kapasitas kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan tersebut.
“Pemimpin masa depan tidak cukup hanya memahami politik, pemerintahan, maupun kebijakan publik. Mereka juga harus memahami bagaimana opini publik dibentuk, bagaimana algoritma memengaruhi perhatian masyarakat, serta bagaimana teknologi digital dapat digunakan untuk memperkuat, bukan justru melemahkan kualitas demokrasi” ujar Yunas.
Dalam kesempatan tersebut, Yunas juga membekali Political Future Leader Competency Framework yang menempatkan lima kompetensi utama sebagai fondasi kepemimpinan masa depan di era disrupsi ini, yaitu Critical Thinker, Ethical Communicator, Responsible Digital Citizen, Collaborative Leader dan Democratic Innovator. Peserta juga diperkenalkan pada konsep Digital Opinion Formation Cycle (DOFC) untuk memahami bagaimana media digital dan algoritma mempengaruhi pembentukan opini publik di era demokrasi digital.
“Political Future Leader bukan hanya mereka yang mampu memimpin organisasi atau memenangkan kompetisi politik. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana mereka mampu berpikir kritis, berkomunikasi secara etis, menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, membangun kolaborasi lintas sektor, serta menghadirkan inovasi yang memperkuat demokrasi. Masa depan demokrasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi oleh kualitas pemimpin yang menggunakannya” tegasnya Dosen yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Wakil Dekan bidang Akademik FISIP UB.
Moderator kegiatan sekaligus perwakilan Amanat Research Institute, Nadya Zaida Amberly, mengatakan bahwa materi tersebut memberikan perspektif baru bagi peserta dalam memahami perubahan lanskap demokrasi di era digital.
“Program Political Future Leader bertujuan menyiapkan generasi muda yang adaptif terhadap perubahan zaman. Materi yang disampaikan Mas Yunas memperkuat kompetensi yang ingin kami bangun, yaitu pemimpin muda yang kritis, kolaboratif, berintegritas, dan mampu memanfaatkan teknologi digital secara bertanggung jawab sesuai Political Future Leader Competency Framework,” ujar Nadya.
Program ini diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai wilayah Kabupaten dan Kota di Kalimantan sebagai bagian dari upaya Amanat Research Institute mempersiapkan calon pemimpin muda yang mampu menjawab tantangan demokrasi digital sekaligus berkontribusi terhadap penguatan kualitas demokrasi Indonesia.

